BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sedang berupaya meningkatkan hasil produksi kopi Arabika gayo di empat kecamatan melalui program Gerakan Restorasi Ekonomi Kemasyarakatan (Geretek).
Pernyataan itu disampaika Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Bupati H. Maliki usai pelantikan 58 pejabat di depan pendopo, Kamis, 21 Agustus 2025.
“Luas lahan kebun kopi percontohan itu berkisar 50 hektare yang tersebar di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangjeranggo, Blangkejeren, dan Dabun Gelang,” kata Bupati Suhaidi kepada portalsatu.com/.
Baca juga: Harga Gabah Kopi di Gayo Lues Naik Lagi, Segini Harga Per Bambu
Bupati menjelaskan penanaman kopi program Geretek seluas 50 hektare itu bukan di kawasan hutan lindung, melainkan di areal perkebunan warga.
Dengan adanya program Geretek tersebut, Bupati berharap hasil produksi kopi di Gayo Lues bisa semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan begitu, masyarakat bisa keluar dari garis kemiskinan.
“Selain itu kita menyarankan agar satu ASN (Aparatur Sipil Negara) memiliki satu hektare kebun kopi,” katanya.
Baca juga: Bupati Gayo Lues Wajibkan Setiap ASN Satu Hektare Kebun Kopi, Begini Respons Gubenur Aceh
Terkait harapan satu ASN satu hektare kopi, Bupati Gayo Lues mengatakan tidak ada bantuan yang spesial baik lahan maupun bibit. Jikapun Pemda memberikan bantuan di kemudian hari hanya berupa benih kopi.
“Kita berharap agar setiap ASN bisa memiliki kebun kopi itu dengan harapan bisa meningkatkan produksi kopi di Gayo Lues, dan bisa menyejahterakan keluarganya masing-masing,” ujarnya.[]




