Banda Aceh – Aparat kepolisian Resort (Polres) Pidie berhasil menggagalkan aksi penggelapan beras untuk keluarga miskin (raskin) sebanyak enam ton yang diduga dilakukan geuchik (kepala desa). Beras yang sejatinya dibagikan untuk masyarakat miskin itu hendak dijual ke tempat lain dengan mengganti karung.
“Sekarang kasus ini masih ditangani Reskrim (reserse kriminal),” kata Kapolres Pidie AKBP Muhajir kepada detikcom, Rabu (27/4/2016).
Aksi penggelapan beras Raskin milik warga Desa Blang Dalam Kecamatan Mane, Pidie, itu terungkap pada Minggu (24/4) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, truk Colt Diesel dengan nomor polisi BA 8398 PU tengah melaju di jalan desa tersebut. Tiba-tiba diberhentikan oleh seorang warga, Syamsuddin, yang curiga dengan muatan truk.
Setelah berhenti, sopir truk mengaku muatan yang sedang dibawanya berisi beras raskin milik warga yang hendak dijual kepala desa berinisial Ar (45). Tak lama berselang, seorang warga lainnya, Maimun Abdullah kemudian naik ke atas truk untuk melakukan pengecekan.
“Maimun langsung menaiki mobil barang tersebut dan melihat beras yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin sudah dikarungkan dengan karung besar,” jelas Kapolres.
Warga akhirnya memboyong sopir dan truk ke meunasah setempat. Sehari setelahnya, pihak Polsek Mane melimpahkan kasus ini ke Polres Pidie. Selain kepala desa, sejumlah perangkat desa yang diduga terlibat dalam penggelapan raskin ini telah dipanggil polisi sektor Mane.[] Sumber: detik.com

