SUKA MAKMU – Geuchik Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Muhammad Amir, menduga kebakaran yang menyebabkan dua warganya tewas di barak perkebunan Koperasi Serba Usaha Makmur Mulia–anak dari perusahaan Wiratako–tersebut bukanlah kebakaran biasa.

“Saat kita ke lokasi bersama pihak kepolisian saya sendiri melihat ada beberapa hal yang saya anggap bukanlah kebakaran biasa, soalnya di tempat kejadian kita menemukan beberapa barang yang lebih mengarahkan kalau kebakaran itu ada motif kesengajaan,” ujarnya, Minggu, 14 April 2016.

Dia juga menduga kebakaran tersebut terjadi berada di wilayah sengketa antara masyarakat Gampong Neubok Yee PP, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya dengan pihak perkebunan. Hal ini diperkuat dengan foto yang diambil saat olah TKP. Di tempat itu, kata dia, ditemukan barang berupa sumbu obor sisa dibakar dan topi komando warna coklat.

Sementara itu, sumber portalsatu.com menjelaskan bahwa mustahil jika kebakaran itu hanya kebakaran biasa. Pasalnya barak yang dihuni pasutri tersebut hanya berukuran 3×5 meter persegi tanpa pintu.

“Menyoe gubok nyan tutong keudroe han mungkin awak nyan hana jaga, ngon asap mantong ka buhuk awak nyan. Ta peugah hanjuet diteubit pih han mungkin, jambo nyan aloh sebab adak di meugule-gule pih rhet ciet u luwa, jambo hana pinto cuma ditop ngen ija manteng. Nyan sang awak nyan bandua awai dipoh baroe jitet, pulom posisi bandua awaknya sabe-sabe tupat jieh sapat ngon rapat, cukop jai keanehan lam kasus nyoe,”  katasumber portalsatu yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber portalsatu.com juga berharap kasus ini cepat terungkap, dan jika benar ada unsur kesengajaan agar pelakunya cepat diringkus.[](tyb)

Laporan: Riski Bintang