IDI RAYEK – Proses pelaksanaan Ujian Akhir Nasional untuk tingkat SMA sederajat di Aceh Timur berjalan lancar. Proses ujian kali ini turut dipantau langsung oleh Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah, Senin, 4 April 2016.
Awalnya rombongan menuju SMAN 1 Idi yang berada di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk. Di sana Gubernur Aceh diterima Kepala SMAN 1 Idi, Husaini, S.Pd, M.Pd. Lalu, rombongan Gubernur Aceh menuju SMKN 1 Idi untuk melihat langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diterima Kepala SMKN 1 Idi, Fauzi. Kamudian, rombongan juga meninjau pelaksanaan UN di MAN Idi yang disambut Kepala MAN Idi, Salahuddin.
Untuk ke depan pelaksanaan ujian berbasis komputer seperti ini akan kita upayakan bisa dijangkau oleh sekolah sekolah terpencil, mudah-mudahan kelulusan ujian Nasional(UN) kali ini meningkat dibanding tahun lalu, ujar Gubernur Zaini Abdullah kepada awak media.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Gubernur Aceh mengaku akan mengawasi alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen. Hal itu dinilai penting untuk melihat perkembangan dunia pendidikan hingga ke seluruh pelosok Aceh, termasuk ke daerah-daerah terpencil.
Bidang pendidikan adalah bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Aceh, ujar Zaini Abdullah.
Kata Gubernur, 20 persen dana pendidikan yang diprioritaskan secara nasional itu guna mendukung kemajuan pendidikan, seperti fasilitas sekolah dan gedung sekolah serta mobiler, baik SD, SMP dan SMA/SMK.
Zaini juga mengaku, penyelenggaraan UN di Aceh berlangsung lancar, tertib dan aman. Namun, dia tetap berharap agar kelulusan UN lebih meningkat tahun ini. Mari kita bersama-sama membantu pembangunan pendidikan di Aceh, sehingga pendidikan Aceh lebih maju lagi, katanya.
Kedatangan Gubernur Aceh H.Zaini Abdullah didampingi Kadisdik Aceh Hasanuddin Darjo di Aceh Timur disambut Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun dan Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat,S.STP, M.AP. Hadir juga jajaran Dinas Pendidikan Aceh Timur seperti Sekretaris Disdik Aceh Timur H. Jalaluddin, Kabid Dikmen Saiful Basri dan Kabid Dikdas, Agussalim.[](ihn)

