LHOKSEUMAWE – Anggota DPD-RI H. Sudirman atau Haji Uma, mengunjungi Mariani, 18 tahun, warga Gampông Meunasah Blang, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, korban bom molotov yang kini dirawat di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Kamis, 29 Juni 2017.
Kunjungan Haji Uma ini untuk memberi semangat kepada korban yang sedang mengalami musibah.
Baca: Pengakuan Salbiah sang Ibu korban Bom Molotov Petruk
“Kita sangat menyesalkan kejadian yang dialami korban. Seharusnya ini tidak perlu terjadi, apalagi mereka satu kampung. Keluarga korban sudah menganggap pelaku bagian dari keluarganya, dan ini momentum lebaran Idul Fitri yang seharusnya saling memaafkan,” ujar Haji Uma kepada portalsatu.com.
Melihat kenekatan pelaku, Haji Uma menduga, kemungkinan besar ada indikasi lain, seperti penyalahgunaan narkoba atau alkohol, sehingga pelaku nekat melakukan tindak kriminal terhadap korban.
“Ini perlu diselidiki lebih dalam oleh pihak berwajib demi proses hukum yang seadil-adilnya. Kita harap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti dialami korban,” ucapnya lagi.
Baca: Diduga karena Cinta Ditolak, Petruk Lempar Molotov ke Tubuh Wanita Ini
Atas kunjungan itu, pihak keluarga korban sangat berterima kasih. Keluarga memohon doa dari semua pihak untuk kesembuhan anaknya. Dalam kunjungan itu, Haji Uma ikut memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Seperti yang diketahui, Mariani menjadi korban atas ulah pemuda sekampungnya, Muhammad Rifi. Diduga, selama ini pelaku memiliki rasa cinta terhadap korban, namun ditolak oleh korban dan orang tuanya. Terlebih pelaku dikenal sebagai pemuda yang tidak berperilaku baik di kampungnya.
Saat ini pelaku telah diamankan ke Polres Kota Lhokseumawe. Sementara korban masih dirawat di Rumah Sakit dan mengalami trauma berat.[]




