MEUREUDU – Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, kembali mengunjungi korban gempa di lokasi pengungsian Puskesmas Leungputu, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu, 11 Desember 2016. Ia membawa serta dua artis komedian Aceh, Nasrul Dukon dan Apa Lahu, yang juga ikut bermain dalam serial Eumpang Breuh 'Ka Meubreuh Lom'.
Selain itu, ikut serta dalam rombongan, Tim Relawan Psikologis dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) pusat.
“Kami datang untuk menghibur masyarakat yang menjadi korban dan ini salah satu bentuk tindakan trauma healing pasca musibah gempa. Tidak dapat dipungkiri, musibah gempa ini melahirkan ekses trauma psikologis bagi masyarakat di lokasi bencana. Ini membutuhkan tindakan intervensi sebagai upaya pemulihan,” kata Haji Uma, kepada portalsatu.com, Selasa, 13 Desember 2016.
Ia mengatakan, kehadiran tim relawan dari USU dan PMI adalah langkah awal. Selanjutnya mereka yang akan meneruskan kegiatan trauma healing kepada korban di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Haji Uma bersama Nasrol dan Apa Lahu menampilkan skenario komedi tentang anak yang larut dalam duka dan kehilangan semangat belajar, karena orangtuanya meninggal dalam musibah gempa bumi. Cerita yang penuh motivasi dan semangat itu dikemas dalam pola tingkah lucu, sehingga mengundang gelak tawa masyarakat dan anak-anak korban gempa yang aa di lokasi.
Haji Uma berperan sebagai penyemangat yang membantu Nasrol, yang berperan sebagai korban, untuk kembali menatap harapan masa depan paska bencana.
“Saya sangat senang melihat mereka, para korban gempa dapat tertawa. Meski tidak dapat menghapus luka, setidaknya apa yang kami sajikan dapat memberi sebuah hiburan, sehingga mereka dapat melupakan apa yang telah terjadi, meski hanya sesaat,” kata Haji Uma.
Selain memberikan hiburan, Haji Uma juga menyerahkan bantuan dana untuk pembelian tenda di lima titik pengungsi, melalui Koordinator Kesehatan Posko Pengungsi Puskesmas Luengputu, Mulyadi, SKm. M.Kes. Penyerahan bantuan itu turut disaksikan tim dari unsur tim BPBD Kabupaten Pidie Jaya ini dikarenakan adanya kebutuhan tambahan tenda di lokasi pengungsian.[]



