BLANGKEJEREN — Wajah Ahmad Yani lesu ketika melihat tanaman bawang merah di belakang rumahnya. Bawang yang seharusnya memasuki masa panen setelah berumur dua bulan itu daunnya mengering dan tidak menghasilkan umbi.

“Gagal total. Gagal lagi tanaman bawang saya ini,” kata Ahmad Yani, petani bawang di desa Anak Reje, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues Jumat sore, 26 Maret 2021.

Pria kelahiran 03 Januari 1989 itu menceritakan, saat harga bawang merah sedang anjlok di pasar tiga bulan yang lalu, ia bersama istrinya sepakat menanam bawang. Mengadu nasib di tanah sawah memang sudah sering ia lakukan.

Baca Juga: ASN Keluar Daerah Kantor Kominfo Gayo Lues Sepi.

Kesepakatan bersama istri itu menjadi motivasi bagi Ahmad Yani, mulai dari mengolah tanah, memasang mulsa plastik, hingga menanam bawang merah ia lakukan dengan teliti. Dengan itu ia beharap bisa mengubah nasibnya setelah memasuki masa panen.

“Total bawang merah yang saya tanam lima mulsa, kalau jumlah bibitnya 100 Kg, dengan harga per Kg bibit bawang merah Rp 55 ribu,” kata lelaki yang akrap disapa pak Dusun itu.

Seiring berjalannya waktu, ia mengaku kewalahan memberantas hama ulat grayak pada tanaman bawang merahnya, berulang kali disemprot menggunakan racun tetap saja tidak mempan, dan berulang kali diganti obat juga tetap tidak mati.

“Penyemprotan hama saya lakukan pagi, sore dan malam, tapi tetap saja ulatnya tidak bisa dibasmi, ulatnya seperti sudah kebal, jadi meskipun kita semprot hari ini, besok masih tetap hidup,” jelasnya.

Ahmad Yani mengaku seperti “berperang” melawan ulat bawang merah, ketika disemprot menggunakan racun tidak mempan. Maka satu-satunya cara membasmi ulat bawang adalah dengan menangkap satu per satu ulat yang bersembunyi di dalam daun bawang merah tersenbut.

“Kali ini aku mengaku kalah berperang melawan ulat ini, lima mulsa bawang merah yang kutanam gagal total. Dan kerugian gagal panen kali ini mencapai Rp 15 juta. Modal itu memang mulai dari olah tanah, membeli pupuk dasar, mulsa, bibit, obat-obatan, dan yang lainya,” katanya dengan nada lirih.

Baca Juga: Polres Gayo Lues Cek Proyek Rabat Beton Uning Pune.

Biasanya, satu mulsa bawang merah dengan bibit 30 Kg mampu menghasilkan 300 hingga 500 Kg, dan jika ditotalkan, maka hasil panen dalam lima mulsa atau 100 Kg bibit bawang merah bisa mencapai 2 ton, dengan harga jual saat ini mencapai Rp 20 ribu per Kg.

“Ini menjadi pengalaman berat buat saya dan keluarga, mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi. Dan semoga Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperhatikan petani-petani yang mengalami gagal panen supaya bisa terus menanam,” pintanya.[]