LHOKSEUMAWE – Proses tender atau pelelangan pengadaan barang dan jasa (PBJ) Pemerintah Kota Lhokseumawe hingga memasuki pekan ketiga Maret 2016 masih lumpuh.
Hasil penelusuran portalsatu.com/, Senin, 21 Maret 2016, ruangan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa—pelaksana tender PBJ Pemko Lhokseumawe—terkunci rapat.
“Peuna perle (ada perlu ada),” kata salah seorang pria beruban berseragam pegawai pemerintah di ruangan Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Kota Lhokseumawe ketika ditanyakan di mana ruangan ULP, tadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Selain pria itu, ada belasan pegawai lainnya di ruangan Bagian Ekobang, sebagian besar perempuan. Mereka tampak duduk di balik meja masing-masing. “(Ruangan ULP) sudah pindah ke lantai tiga, di (gedung) belakang (Sekretariat Kota Lhokseumawe),” ujar pria itu yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
PNS tersebut kemudian menanyakan kembali, “peuna perle”. Setelah dijelaskan untuk sekadar melihat ruangan ULP, ia lantas berkata, “Hana ureng (tidak ada orang di ruangan ULP)”.
Ketika ditanyakan apakah Kepala Bagian Ekobang, Dedi Irfansyah yang merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pekerjaan Konstruksi pada ULP Barang/Jasa ada di ruangan kerjanya, sambil menggelengkan kepala PNS itu berkata dengan suara pelan, “Hana (tidak ada)”.
Pantauan portalsatu.com/, pintu ruangan ULP Barang/Jasa terkunci rapat. Tidak ada yang menjawab saat diucapkan salam dan diketuk pintu ruangan tersebut. Tangga di mulut pintu ruangan itu tampak berlumur debu dan sejumlah kantong plastik bekas berserakan. Kaki tangga tersebut persis di muka pintu ruangan Bagian Pemerintahan, lantai dua gedung belakang Sekretariat Kota Lhokseumawe.
“Ruangan ULP di atas, bekas ruangan (Badan) Kepegawaian. Saat ini tidak ada orang di ruangan itu, mungkin habis siang atau agak sore kalau ada,” ujar seorang staf Bagian Pemeritahan ditemui di mulut pintu kantornya.
Sementara itu, Ketua Pokja Pekerjaan Konstruksi pada ULP Barang/Jasa Pemko Lhokseumawe, Dedi Irfansyah, dihubungi ke telpon selulernya sekitar pukul 12.15 WIB tadi, tidak merespon panggilan masuk.
Sebelumnya, Sekretaris Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar, 11 Maret 2016, mengatakan, proyek-proyek (PBJ) sumber dana tahun 2016 belum ditender lantaran dana alokasi khusus (DAK) Rp130 miliar lebih dan otonomi khusus (Otsus) Rp78 miliar belum masuk ke kas daerah ini.
“Kita sudah siap (untuk melaksanakan lelang), tapi DAK dan Otsus belum masuk, tinggal menunggu saja. Mungkin paling cepat April nanti sudah bisa dimulai pelelangan. Mudah-mudahan tidak terulang seperti tahun lalu, bisa riskan,” kata Dasni. (Baca: Lhokseumawe Belum Lelang Proyek 2016)
Catatan portalsatu.com/, Pemko Lhokseumawe juga terlambat melaksanakan proses tender PBJ sumber dana tahun 2015. Hingga memasuki triwulan kedua 2015, belum satu pun proyek fisik yang ditender, padahal APBK 2015 telah disahkan oleh DPRK pada Desember 2014.
Pantauan portalsatu.com/, 9 April 2015, pintu ruangan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau ULP Barang/Jasa di lantai satu gedung belakang Sekretariat Kota Lhokseumawe tampak terkunci dan terpasang gembok. (Baca: Lhokseumawe Belum Lelang Proyek Fisik 2015)[] (idg)

