WASHINGTON – Departemen Luar Negeri AS berharap Turki melanjutkan kontribusinya yang penting dalam NATO untuk operasi aliansi itu di seluruh dunia.

“Turki tetap menjadi sekutu NATO dan mitra penting dalam memerangi Daesh,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, selama konferensi pers.

“Kami berharap hubungan multilateral itu selalu baik dan berlanjut.”

Juru bicara itu menambahkan bahwa Washington masih menghargai keanggotaan dan kontribusi Turki untuk NATO, serta koalisi kontra-Daesh.

“Kami ingin melihat kontribusi Turki dalam masyarakat internasional pada berbagai tingkatan, bukan hanya sektor keamanan, tetapi pada berbagai tingkatan lain dan jadi kami akan terus bekerja untuk itu,” katanya, Jumat 19 Agustus 2016.

Komentar Kirby tersebut dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, sebelumnya, pada Kamis, bahwa beberapa negara anggota NATO mulai ragu-ragu untuk “pertukaran teknologi dan investasi bersama” Turki yang telah menjadi anggota NATO sejak tahun 1952.

Ketika juru bicara ditanya bagaimana AS menyikapi kata-kata Cavusoglu, ia mengatakan, bahwa bagi Turki memungkinkan untuk membangun kerjasama militer-teknis dengan Moskow, dan ia mengatakan AS pasti tidak khawatir atas hubungan bilateral baru antara Turki dan Rusia.

“Jika Turki dan Rusia akan bekerja di luar hubungan bilateral yang baru atau yang lain berdasarkan pada isu-isu keamanan dan pertahanan, itu hak mereka untuk memutuskannya,” katanya, sebagaimana disiarkan Andolu Agency.

Kirby juga membahtah isu yang menyebutkan sikap AS menuduh Turki terkait upaya kudeta 15 Juli yang gagal.

“Washington memahami bahwa Turki memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan negaranya sendiri,” katanya.

Dia menambahkan bahwa meskipun AS terus mencari cara untuk menjalin kemitraan dengan Turki, itu tidak dapat dilakukan “dengan mata tertutup” bahwa ia telah terjadi beberapa masalah dengan Turki.[]