BLANGKEJEREN – Harga gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues anjok sejak sebulan terakhir. Penurunan harga gabah kopi itu sangat memengaruhi perekonomian petani kopi gayo lantaran harga bahan pokok dan biaya perawatan kopi semakin meningkat.

Sautisa, salah satu petani kopi arabika gayo di Blangkejeren, Selasa, 22 Maret 2022, mengatakan harga gabah kopi dibeli tauke hanya Rp35 ribu per bambu, turun Rp5 ribu sejak sebulan terakhir.

“Awal bulan Februari kemarin, harga gabah kopi dibeli toke (tauke) Rp40 ribu sampai Rp42 ribu per bambu. Setelah itu turun menjadi Rp37 ribu per bambu, dan hari ini turun lagi menjadi Rp35 ribu per bambu,” katanya.

Menurut Sautisa, turunnya harga gabah kopi gayo diduga karena ada permainan yang menguntungkan oknum tertentu.

“Sebagaimana kita ketahui, kopi gayo diekspor ke Jepang dan negara Eropa. Jadi, turunnya harga gabah kopi tidak ada hubungannya dengan perang Rusia dengan Ukraina,” ucapnya.

Turunnya harga gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues, kata Sautisa, sangat memengaruhi perekonomian petani kopi. Sebab saat harga pupuk, racun rumput, dan kebutuhan dapur melonjak naik, harga kopi malah semakin turun.

“Pemerintah daerah harus menjajaki bagaimana caranya supaya kopi gayo bisa langsung diekspor ke luar tanpa harus berpatokan kepada toke yang ada di luar sana, sehingga harga kopi gayo bisa naik dan petani kopi sejahtera,” ujarnya.[]