BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Arief Fadillah menyoroti pembangunan gedung dewan yang hingga kini tidak kunjung selesai.
“Tujuh tahun pembangunan Gedung DPRK. Namun, pembangunannya hingga kini tidak kunjung selesai,” ungkap Ketua DPRK Banda Aceh Arief Fadillah di Banda Aceh, Jumat, 15 April 2016.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut. Pembangunan Gedung DPRK yang lokasinya tidak jauh dari gedung dewan lama dimulai tahun anggaran 2008. Pada tahun 2008 dilakukan pembebasan lahan dan pada 2009 dimulai pemancangan tiang fondasi.
Ia mengatakan, anggaran keseluruhan yang terserap untuk pembangunan gedung mencapai Rp40 miliar lebih. Dan masih dibutuhkan anggaran Rp14 miliar lagi untuk menyelesaikan tuntas pembangunannya. Gedung tersebut dibangun lima lantai.
“Yang kami heran, mengapa gedung DPRK tidak tuntas dikerjakan. Tapi, kalau kantor eksekutif, setahun saja selesai dibangun. Tentu kami mempertanyakan ini,” ketus Arief Fadillah.
Arief Fadillah mengatakan, pihaknya pernah meminta bantuan ke Gubernur Aceh, baik periode sekarang maupun sebelumnya, agar pemerintah provinsi mengalokasi anggaran untuk pembangunan gedung.
Namun, permintaan bantuan tersebut sepertinya tidak pernah mendapat respons. Pembangunan gedung legislatif tersebut hingga kini tetap menggunakan APBK Banda Aceh murni.
“Kami tidak lagi mengharapkan bantuan Gubernur Aceh agar mengalokasikan anggaran dalam APBA untuk menyelesaikan pembangunan Gedung DPRK Banda Aceh. Beberapa kali minta, tapi tidak pernah terealisasi,” kata dia.
Arief Fadillah menegaskan, Sekretariat DPRK Banda Aceh akan pindah dan menempati gedung baru, walau kondisi belum tuntas 100 persen. Pemindahan sekretariat dewan karena gedung lama tidak representatif lagi.
“Akhir April ini kami pindah ke gedung baru. Kami pindah supaya eksekutif mengetahui bahwa gedung lama tidak layak lagi. Kalau kami tidak pindah, bisa jadi pembangunannya tidak selesa-selesai,” ujar Arief Fadillah.[] Sumber: aceh.antaranews.com

