BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan membuat sayembara mencipta himne (sejenis nyanyian pujian) khas Aceh dalam waktu dekat. Sayembara tersebut rencanya bakal dibuka untuk umum. 

Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Abdullah Saleh, mengatakan pihaknya sudah mulai membahas rancangan qanun tentang himne. Pihaknya pun telah mengadakan FGD terkait dengan himne tersebut akhir Agustus lalu. 

“Kita sudah mulai membahas, dan benar sebelum lebaran kita sudah buat FGD yang dihadiri beberapa pihak. Salah satu pemikiran yang muncul dalam FGD itu adalah melibatkan perguruan tinggi dalam menyusun naskah akademiknya. Sedangkan untuk himne akan kita sayembarakan,” kata Abdullah Saleh di Banda Aceh, Rabu, 6 September 2017. 

Menurut Abdullah, akan ada beberapa tahap lagi sebelum sayembara itu digelar. Misalnya persiapan panitia dan mencari juri. Sayembara itu, kata Abdullah Saleh, diusahakan digelar secepatnya. 

“Kita usahakan secepatnya, ya bisa saja sebelum berakhir tahun 2017,” kata dia melalui sambungan seluler. 

Abdullah Saleh mengatakan dalam FGD tersebut telah disepakati bahwa himne Aceh dalam bahasa Aceh. “Dalam FGD itu juga disepakati himne daerah dalam bahasa daerah,” kata dia. 

Namun Abdullah mengatakan meski himne dalam bahasa Aceh, bukan berarti menafikan bahasa daerah di Aceh yang selain bahasa Aceh seperti bahasa Gayo, Aneuk Jamee, Haloban atau bahasa lainnya. Mengenai unsur kedaerahan tersebut bakal dibicarakan kembali. 

“Ini prosesnya masih panjang, nanti akan ada tim yang akan membicarakan kembali hal itu, yang jelas kita sudah mulai membahasnya,” kata Abdullah Saleh.[]