BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengajak para direksi Bank Aceh Syari'ah untuk menjadikan momentum ulang tahun bank kebanggaan Rakyat Aceh ini, sebagai sarana untuk mengenang perjalanan serta mengevalusi peran yang telah diberikan dalam memajukan bank ini dan perannya bagi pengembangan perekonomian rakyat Aceh.

Gubernur berharap, evaluasi tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperkuat PT. Bank Aceh, sehingga mampu berperan lebih maksimal dalam membangun dan mensejahterakan rakyat Aceh.

“43 tahun bukanlah usia muda untuk perjalanan sebuah bank umum seperti PT. Bank Aceh. Selama perputaran waktu itu, banyak catatan sejarah yang ditorehkan bank ini, sehingga Bank Aceh tidak hanya penting untuk masyarakat Aceh, tapi juga mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional,” kata Gubernur dalam sambutannya saat mengumumkan pergantian status Bank Aceh dari konvensional menjadi syariah di Meuligoe Gubernur, Sabtu, 6 Agustus 2016.

“Bank Aceh telah mampu menjadi yang terdepan dalam mendukung aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah kita ini. Bahkan di tengah perekonomian nasional yang melambat pada tahun lalu, PT Bank Aceh tetap mampu meningkatkan kinerjanya dalam mendukung perekonomian daerah,” sambung Gubernur.

Bukan tanpa alasan Gubernur Aceh menyatakan bahwa Bank Aceh berkontribusi bagi pembangunan perekonomian nasional. Data yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Aceh, Busra Abdullah, telah menercerminkan kinerja bank yang cukup baik.

“Hingga periode Juni 2016 pencapaian aset PT. Bank Aceh sudah mencapai Rp 20,78 triliun. Sementara perolehan laba sebelum pajak untuk semester pertama tahun 2016 telah mencapai Rp. 308 Miliar, dan realisasi penyaluran kredit kepada sektor usaha pada semester pertama, Juni 2016  sudah meningkat menjadi sebesar Rp12,89 triliun,” ungkap Busra, melalui siaran pers yang diterima redaksi.

Pertumbuhan kredit Bank Aceh katanya juga mengalami peningkatan. Di tahun 2011 pertumbuhan kredit Bank Aceh berada di angka Rp9,1 triliun, sedangkan di tahun 2016 ini meningkat menjadi Rp12,1 triliun. Berbagai pencapaian itu telah menjadikan Bank Aceh sebagai Bank Berpredikat Sehat.

Busra menambahkan, dengan trent positif tersebut, Bank Aceh juga berhasil menyabet berbagai penghargaan dari sejumlah badan independen, diantaranya, CEO Terbaik 2016 untuk Direktur Utama, BUMD Terbaik 2016 untuk Bank Aceh, Pembina BUMD terbaik kepada Gubernur Aceh, serta sejumlah prestasi lainnya.

Menurut Busra, semua pencapaian ini menjadi bukti bahwa seluruh pemangku kebijakan, jajaran direksi dan komisaris telah bekerja dengan baik. Busra juga berharap agar kinerja ini dapat ditingkatkan, sehingga Bank Aceh menjadi yang terdepan dalam mendukung aktivitas pembangunan di daerah berjuluk Serambi Mekah ini.[](ihn)