BIREUEN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen mengadakan diskusi publik sebagai refleksi memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Diskusi berlangsung di Cafe Oc Arabica Gayo Cot Gapu, Kamis, 27 Oktober 2016.

Kegiatan yang bertemakan “Semangat Pemuda dalam Berbangsa dan Mengawal Pembangunan Daerah” tersebut menghadirkan tiga tokoh muda sebagai narasumber yaitu Mukhtaruddin, Mukhlis Rama (anggota DPRK Bireuen) dan Anwar Ebtadi (dosen IAI Almuslim).

Diskusi berlangsung hangat dan diwarnai dengan sejumlah pertanyaan dari peserta terkait pergerakan pemuda dalam mengawal pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bireuen.

Mukhlis Rama dalam penyampaian singkatnya mengatakan, dalam merefleksikan Hari Sumpah Pemuda tersebut dari segi kebijakan Pemkab Bireuen terhadap kepentingan para pemuda.

“Jujur kalau saya evaluasi Pemkab Bireuen tidak berpihak kepada pemuda, hal ini terlihat dari program Pemkab Bireuen yang tidak berpihak kepada Pemuda,” kata Mukhlis.

Selanjutnya Mukhlis juga menyampaikan kalau menjadi anak muda itu harus benar-benar muda,  beda, dan berbahaya.

“Artinya kita anak muda harus aktif dalam berorganisasi, seperti organisasi HMI ini yang mendidik tentang kepemimpinan, dan punya banyak inovasi dalam berperan dan mampu berbuat segala sesuatu,” katanya.

Tokoh muda Bireun, Mukhtaruddin, juga mengingatkan kepada para pemuda yang hadir dalam kegiatan tersebut bahwa siapa pun yang merasa dirinya sebagai pemuda harus menjadi pemuda yang kreatif, dinamis, dan optimis serta terlibat aktif dalam mengawal pembangunan daerah dengan tetap menjaga idealismenya seorang pemuda.

“Pemuda hari ini adalah pemuda yang mampu menjaga idealisme dalam mengawal pembangunan daerah,  jangan mudah tergiring, terprovokasi, serta dapat ditanggung karena kepentingan seseorang,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan OKP, Ormas, LSM, unsur mahasiswa,  dan juga para siswa dari perwakilan OSIS SMA se-Kabupaten Bireuen.[]