BANDA ACEH Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2017, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Unsyiah mengajak semua pihak masyarakat di Provinsi Aceh untuk bangkit, khususnya dalam dunia pendidikan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Unsyiah, Wanhar Lingga setelah melihat berdasarkan angka anak yang tidak lagi bersekolah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2012, untuk Provinsi Aceh.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2012 yang dimuat BPS Aceh di dalam bukunya Aceh Dalam Angka 2013, ada 26,16% anak Aceh yang tidak bersekolah lagi, atau putus sekolah, kata Wanhar kepada portalsatu.com, Selasa, 2 Mei 2017.
Wanhar sangat menyayangkan melihat kondisi pendidikan Aceh yang demikian, padahal Aceh memiliki dana Otonomi Khusus (Otsus) yang cukup banyak dan dia menilai alangkah baiknya jika dana tersebut sebagian besar digunakan untuk pendidikan.
Provinsi Aceh hari ini dana Otsus begitu banyak, namun apa yang bisa dibanggakan dari dunia pendidikan? Seharusnya dana tersebut bisa mengembangkan dunia pendidikan baik itu bentuk fisik maupun non fisik. Lihat saja akses pendidikan masih belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat Aceh, kata Wanhar.
Lihat saja baru-baru ini aksi mogok guru di Aceh Singkil, kenapa ini bisa terjadi? Ini juga salah satu faktor penyebab menurunnya pendidikan di Aceh. Di mana kesejahteraan guru seakan tidak diperhatikan, khususnya guru-guru yang berada di daerah pedalaman, katanya lagi.
Selaku mahasiswa yang juga bergelut di dunia pendidikan, Wanhar mengajak semua pihak untuk sama-sama berbenah untuk dapat meningkatkan pendidikan di Aceh.
Nah melihat kondisi itu rasanya memang kita harus berbenah diri. Dinas Pendidikan Provinsi Aceh hari ini mempunyai tugas yang sangat besar untuk memajukan pendidikan di Aceh, bangun orangnya dan bangun sarananya, kata Wanhar.
Aceh hari ini harus bangkit, harus maju. Kami siap membantu untuk mewujudkan pendidikan di Aceh yang lebih baik. Karena meningkatkan kualitas pendidikan juga merupakan kewajiban kami sebagai mahasiswa serta calon guru, katanya lagi.
Kepada gubernur Aceh terpilih, Ketua HMI Komisariat FKIP mengatakan, Kita berharap dengan pemimpin baru Irwandi Yusuf, bisa membawa dunia pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik. Sehingga Aceh bisa menjadi kiblat pendidikan di Indonesia, katanya.[]




