BANDA ACEH – Pertemuan Ilmiah Internasional serta Gelar Budaya Aceh 2016 (International Conference and Cultural Event of Aceh 2016), dilaksanakan di Melbourne, Australia, 14 sampai 29 September 2016.
Program ICCE of Aceh 2016 merupakan lanjutan dari ICCE of Aceh 2008 di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.
Acara tersebut merupakan rangkaian panjang, di antaranya Pameran Karya Seni Rupa Kontemporer, Karya Pelukis Aceh, Mahdi Abdullah, bertemakan: Trans Memorabilia. Acara lainnya, kata Ari, Kegiatan Terbuka: Festival Gampong Aceh: Aceh: the Color of Indonesian Diversity.
Ada juga Pertemuan Ilmiah Internasional, di Monash University selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin, 26 sampai Rabu 28 September 2016.
Mata acara lain, kegiatan Pameran Benda Budaya Keunebah Indatu, Warisan Budaya Aceh-Sumatra, dimulai sore hari pertama penyelenggaraan pertemuan ilmian internasional dan digelar di koridor Auditorium Gedung Pertunjukan Seni, Monash University, Melbourne, Australia, mulai dari tanggal 26 September hingga berakhirnya nanti Desember 2016.
Acara ini juga dimeriahkan dengan Aceh Documentary FIlm Festival, lima kali pemutaran, dari 16 sampai 28 September 2016, bekerja sama dengan kreativitas sinies muda Aceh yang terhimpun dala Aceh Documentary Foundation.
Sebelum ditutup diadakan Pertunjukan Seni Piyasan Aceh, Apresiasi terhadap Tradisi Berkesenian Masyarakat di Aceh. Ini merupakan acara puncak pertama yang menampilkan kreasi dan kreatifitas koreografer, syeh (pewaris Budaya) dari selatan Aceh dan Kepulauan Banyak dan Nagan Raya, serta penari yang terhimpun dalam jejaring Pusat Kajian dan Pengembangan Seni Universitas Syiah Kuala.
Sekilas tentang Pencetus dan Ketua Panitia ICCE of Aceh 2016, Ari Pahlawi
Ari Pahlawi (Bang Ari) atau yang juga gede rasa bila disapa Teungku Ari ini, adalah alumni program studi Musikologi dari Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta. Program Magisternya beliau selesaikan di University of Hawaii at Manoa untuk bidang Kajian Kebudayaaan Asia.
Saat ini belaiu sudah memasuki masa tahap akhir penyelesaian Program Doktornya di Monash University dengan konsentrasi keilmuan Etnomusikologi untuk kajian The Identity and the Dilemmas of the Malay Music-Culture of the Urang Pulo Islanders of the Banyak Archipelago, Sumatra: An Ethnographic, Socio-Historical and Music-Analytical Study.
ICCE of Aceh 2016 adalah kerja sukarela yang melibatkan banyak fihak, baik perseorangan maupun lembaga yang tersebar di Aceh, Jakarta, dan Melbourne. Kekhasan publikasi untuk kegiatan ICCE of Aceh 2016 terutama terlihat oleh design khas karya Pratitou Arafat, sarjana perencanaan tata kota yang juga alumnus Master of Landscape and Architecture dari the University of Melbourne, Australia.[]


![[RANGKUMAN WAWANCARA] PKA: Pekan Kebudayaan, Apa Pasar Malam](https://portalsatu.com/wp-content/uploads/2023/02/Aceh-tradisi-gambar-hiasan.-@By-tla-with-labs.openai.com_.jpg)
