LANGSA – Rektor IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr. H. Zulkarnaini MA, menuturkan banyak aliran baru yang dianggap menyimpang akan terus muncul seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan lain. Ini diakibatkan lemahnya ilmu agama serta kehidupan sosial yang kurang pengasawan.

Di Indonesia sejak dari dulu sudah ada gerakan seperti ini dari berbagai kelompok agama untuk tujuan dan kepentingan masing-masing.

“Masyarakat digiring melalui kegiatan amal sosial, sehingga jika pun ada yang bergabung dengan organisasi tersebut wajar saja,” ujar rektor IAIN Zawiyah Cota Kala Langsa saat dijumpai portalsatu.com di ruang kerjanya, Kamis, 14 Januari 2016.

Selain itu, kata Zulkarnaini, ajakan mereka juga dalam koridor membangun negeri, mensejahteraan kehidupan sosial supaya mereka diterima oleh masyarakat luas, Nah inikan sama pola yang dilakukan oleh organisasi seperti PKI yang mengajak atau merekrut pengikutnya.

Namun, disisi lain yang perlu dipikirkan dan lakukan oleh umat Islam adalah bagaimana harus mampu menyaingi mereka (Kelompok dianggap menyimpang).

“Pada masa pasca tsunami misionaris banyak membantu korban tsunami dengan berbagai bantuan seharusnyakan kita muslim harus dapat melakukan lebih banyak dari kaum misionaris,” kata rektor ini.

Fenomena gerakan misi merusak keyakinan tidak akan berhenti, sekalipun organisasi tersebut dibekukan oleh lembaga pemerintah karena dianggap sesat.

“Kita berharap masyarakat dan pemerintah lebih waspada terhadap aliran yang dapat merusak akidah namun untuk antispasi perlu diperhatikan aspek pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak, perhatikan aspek kehidupan sosial yang berkualitas sesama muslim maka tidak bisa diterobos oleh paham-paham lain dan jadilah generasi yang cerdas dalam menguasai informasi,” katanya.[](tyb)