BANDA ACEH – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, optimis pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di Aceh akan berjalan, aman, tertib dan sukses. 
Hal tersebut disampaikan Wiranto usai melaksanakan Rapat Pelaksanaan Kegiatan Pemantauan Kesiapan Akhir Pentahapan Pilkada Tahun 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat, 27 Januari 2017.

“Dari penjelasan Plt Gubernur Aceh secara menyeluruh dan detail tadi, sangat jelas bahwa kesiapan Aceh menghadapi Pilkada serentak sudah sangat lengkap, sangat siap dan tinggal melaksanakan,” kata Wiranto. 

Wiranto mengaku kedatangannya ke daerah ini untuk melihat langsung seberapa jauh kesiapan Aceh, yang menurut Bawaslu merupakan salah satu daerah dengan indeks kerawanan pemilu yang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Selain itu, kata Wiranto, Aceh juga merupakan Provinsi dengan jumlah kabupaten/kota terbanyak yang mengikuti Pilkada serentak. 

“Dengan adanya penjelasan dan laporan tadi, saya melihat bahwa ini sudah dapat ditekan, dan bahkan nyaris sama dengan daerah-daerah lain, meskipun masih ada kerawanan-kerawanan yang bersifat normatif,” kata Wiranto. 

Menurutnya jika indeks kerawanan dapat ditekan, maka pelaksanaan pilkada serentak di Aceh akan berjalan dengan aman. 

“Saya juga berdialog dengan peserta dari kabupaten/kota, dan saya dapat menilai bahwa Aceh sudah betul-betul siap untuk menyelenggarakan pilkada serentak dengan kesiapan yang cukup prima,” ujar Wiranto.

Dia berharap partisipasi dari masyarakat Aceh dalam menyukseskan pilkada nanti. Apalagi Pilkada bertujuan untuk kepentingan masyarakat. 

“Kalau aman, tertib, kita bisa memilih pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan berkompetensi sehingga menguntungkan masyarakat, karena pembangunan akan berjalan dan sesuai harapan masyarakat,” katanya.

“Saya menganggap bahwa kunjungan saya ke Aceh sudah membuahkan suatu keyakinan Pilkada serentak di Aceh, mudah–mudahan dapat dilaksanakan sesuai harapan kita semua,” ujar Wiranto. 

Meskipun demikian, Wiranto mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan politisasi birokrasi, politik uang dan intimidasi baik secara fisik maupun lewat media sosial. 

Selain itu, Wiranto juga meminta aparat keamanan bersikap tegas dan netral serta memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pilkada untuk masa depan masyarakat dan daerah. 

Sementara itu, Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Soedarmo, mengatakan, Pemerintah Aceh akan berusaha semaksimal mungkin mengubah imej negatif Aceh sebagai daerah rawan Pilkada seperti hasil survey Bawaslu.[]