KUALA SIMPANG – Kepala LP Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Tri Budi H., mengatakan, kerusuhan (pembakaran dan pengrusakan) yang dilakukan para napi pagi tadi, berawal dari persoalan terjadi kemarin.

“Kemarin siang ada blusukan (kunjungan) keluarga salah seorang napi, ada istrinya, keponakannya juga. Alasan napi dan istrinya itu mau ke kamar mandi di dalam, saya tegur, tidak terima. Napi itu kemudian menyampaikan kepada rekan-rekannya yang lain di dalam. Setelah itu mungkin ada yang menghasut,” kata Tri Budi kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Jumat, 1 April 2016, sekitar pukul 14.45 WIB.

Sorenya, kata Tri Budi, muncul aksi protes para napi terhadap dirinya. Saat itu, Tri mengaku ingin menjumpai para napi untuk berdialog. “Tapi dibilang oleh KPLP (Kepala Pengamanan LP): ‘Pak, mereka (napi) sedang emosi, biar saya tenangkan dulu situasinya’. Karena itu, saya tidak jadi menjumpai mereka,” ujarnya.

“Saya katakan kepada KPLP: ‘Tolong sampaikan permohonan maaf saya jika ada sikap saya yang menurut mereka mungkin kurang berkenan saat saya tegur napi tadi siang’,” kata Tri Budi lagi.

Menurut Tri, aksi protes para napi terus berlanjut sampai pagi tadi. Para napi menuntut agar kepala LP dicopot dari jabatannya. “Tadi pagi sebelum terjadi kerusuhan, saya ingin menjumpai mereka untuk berdialog, tapi situasi di dalam LP sudah tidak memungkinkan lagi. Akhirnya terjadi pembakaran dan pengurusakan oleh napi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang napi (warga binaan) di LP yang tidak ingin namanya ditulis, mengatakan, kepala LP memarahi serta mengeluarkan kata-kata tidak pantas terhadap seorang napi yang dilihat melalui CCTV membawa perempuan ke kamar mandi di blok E dalam LP tersebut.

“Kepala LP mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada napi terkait kebutuhan biologis. Kalau mau… jangan di sini (LP), tapi di rumah sana,” kata sumber portalsatu.com tersebut mengutip pernyataan kepala LP kepada napi tadi. (Baca: Inikah Pemicu Kerusuhan di LP Kuala Simpang)[] (idg)