LHOKSUKON – Tersangka pencuri kambing yang babak belur diamuk massa di Gampong Meunasah Geudong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara mengaku mengambil kambing warga untuk uang tambahan 'holiday' ke Medan, Sumatera Utara. Mobil Xenia warna hitam metalik BL 823 AG yang dibakar massa, dirental di Batuphat, Lhokseumawe.

“Kami rental mobil di Bathupat melalui Emy, teman Apa Doe, warga Kecamatan Samudera (Aceh Utara) dengan tujuan hendak jalan-jalan ke Medan. Setelah dirental, Apa Doe meminta saya mengambil mobil itu di rumahnya,” kata Saiful Anwar alias Pon, 30 tahun, salah satu tersangka saat ditemui portalsatu.com di Puskesmas Lhoksukon, Jumat, 29 Juli 2016.

Saiful menjelaskan, dalam perjalanan hendak ke Medan, sekitar 1 kilometer dari rumahnya (rumah Saiful) di Gampong Matang Kelayu terlihat beberapa kambing sedang makan rumput di pinggir jalan. Tiba-tib, kata dia, muncul ide dari Apa Doe untuk mencuri kambing tersebut guna biaya tambahan ke Medan.

“Saat proses pengangkutan kambing ke dalam mobil, tiba-tiba sekelompok anak yang sedang mandi di irigasi berteriak 'maling kambing'. Tiba di perempatan jalan saat kabur, mobil kami menghantam truk pengangkut tanah. Kala itu Saiful yang mengemudi,” timpal Suriyadi, 31 tahun, salah satu tersangka lainnya, yang saat ini juga sedang dirawat di Puskesmas Lhoksukon.

Ketika dikejar massa setelah tabrakan itu, Saiful bersama Supriyadi dan M. Yani (tersangka lainnya yang kemudian dirawat di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe) langsung turun dari mobil dan mencoba kabur ke arah persawahan. Sementara Apa Doe berhasil kabur.

“Saat digebukin warga, saya sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Saya digebuk hingga tak sadarkan diri. Saya sangat jera akan kejadian ini. Kami melakukan pencurian kambing itu sekitar pukul 15.30 WIB (Kamis/kemarin),” beber Saiful.

Saupriyadi menambahkan, dalam perjalanan ke Medan, dirinya membawa uang tunai Rp1,5 juta. Saiful bermodalkan uang Rp1,8 juta dan kalung emas milik istrinya seharga Rp1,5 juta

“Semua uang milik saya dan Saiful, termasuk emas itu hilang saat kejadian tersebut (ketika diamuk massa). Demikian juga dengan dompet beserta isinya dan handphone,” ungkap Saiful dibenarkan Supriyadi.[]