JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berharap Marzuki Daham mengemban amanah sebagai Kepala BPMA dengan penuh integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat Aceh serta investor.
“Saya mengucapkan selamat bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, penuh integritas dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat Aceh serta investor dalam rangka mempercepat pembangunan di Aceh pada masa yang akan datang,” ujar Sudirman saat melantik Marzuki Daham sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Senin, 11 April 2016.
Dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sudirman mengharapkan agar Kepala BPMA berkoordinasi dengan SKK Migas, terutama dalam hal mengatur masa peralihan kewenangan pengelolaan KKKS di Aceh. Hal ini untuk menjaga stabilitas produksi dan operasi serta rencana kegiatan KKKS di Aceh.
Dengan dilantiknya Kepala BPMA, maka semua hak, kewajiban dan akibat yang timbul dari Perjanjian KKS Bagi Hasil Migas antara SKK Migas dan KKKS yang berlokasi di Aceh dan Kontrak lainnya yang terkait dialihkan kepada BPMA.
“Dengan terbentuknya BPMA ini dan keikutsertaan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan migas, diharapkan dapat mengelola sumber daya alam yang memiliki potensi besar yang berada di Aceh dengan baik dan harus memberikan manfaat yang besar serta meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh,” tegas Sudirman.
Sudirman juga mengingatkan bahwa sebagai unit organisasi baru, menjadi tantangan bagi Kepala BPMA untuk menyiapkan perangkat yang diperlukan agar organisasi dapat berjalan antara lain organisasi Badan Pengelola Migas Aceh, perencanaan anggaran, dan personalia disamping tugas-tugas lain yang memang juga perlu dilakukan dengan cepat.[] (idg)


