SIGLI – Puluhan Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Kabupaten Pidie yang tergabung dalam Front Mahasiswa Untuk Penegerian Unigha (FMPU), Sabtu, 30 April 2016, menuntut tiga pertanggungjawaban Kopertis Wilayah XIII Aceh terhadap kampus itu.

Di depan Koordinator Kopertis Wilayah Aceh, Prof. Dr. Jamaluddin, M.Ed., Ketua FMPU, Wahyu Puasana selaku koordinator aksi membacakan tiga poin tuntutan/pernyataan sikap kepada Kopertis. Mahasiswa menuntut:

1.      Pertanggungjawaban Kopertis Wilayah XIII terhadap kondisi Unigha yang karut marut. Selaku lembaga pamantau dan pengawas penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) di Aceh, selama ini Kopertis telah abai dan tidak menjalankan tugas dan fungsinya.

2.   Pertanggungjawaban Kopertis Wilayah XIII terhadap laporan pengelolaan keuangan di Unigha, di mana Unigha tidak memiliki laporan keuangan. Hal itu dibuktikan dengan putusan Komisi Informasi Aceh (KIA) atas sengketa informasi antara AMPUH dan Unigha.

3.      Kopertis Wilayah XIII harus berbenah diri dan benar–benar menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.

Wahyu dalam tuntutan yang dibacakannya juga mengatakan, jika Kopertis hanya menjadi “kaki tangan” atau “agen” pihak–pihak “mafia pendidikan” di PTS, serta menjadi lembaga yang memiliki otoritas untuk menjustifikasikan adanya PTS yang merugikan khalayak, sebaiknya Kopertis Wilayah XIII dibubarkan saja.[]