KUALA SIMPANG – Para napi dilaporkan mengamuk dengan cara membakar dan merusak sejumlah fasilitas dalam LP Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Jumat, 1 April 2016, pagi. Bagaimana ceritanya?

Informasi diperoleh portalsatu.com, kerusuhan tersebut terjadi lantaran para napi merasa tersinggung dengan pernyataan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Kuala Simpang Tri Budi.

“Kemarin, ada satu napi menerima kunjungan keluarga, termasuk istrinya. Saat itu dia istri si napi hendak buang air kecil, namun karena di tempat menunggu tamu tidak ada fasilitas umum (toilet), sehinga napi ini membawa istrinya ke ruangan blok E yang ada fasilitas kamar mandi,” kata salah satu warga binaan di LP tersebut kepada portalsatu.com.

Menurut sumber portalsatu.com yang tidak ingin namanya ditulis, saat itu kepala LP melihat dari CCTV ada napi yang membawa perempuan ke blok E. Lalu, kata dia, kepala LP menjumpai napi tersebut dan langsung memarahi serta mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas.

“Kepala LP mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada napi terkait kebutuhan biologis. Kalau mau… jangan di sini (LP), tapi di rumah sana,” kata sumber tersebut mengutip pernyataan kepala LP kepada napi tadi.

Mendengar pernyataan kepala LP itu membuat para napi lain yang sempat mendengar pernyataan tersebut kemudian marah. Mereka minta kepala LP bertanggung jawab atas sikap tidak wajar tersebut.

“Para napi yang tersulut emosi kemudian marah dan berharap kepala LP bertanggung jawab,” ujar sumber itu lagi.

Dia menjelaskan, setelah diminta pertanggungjawaban tapi kepala LP tidak merespon sejak kemarin, akhirnya pagi tadi para napi kembali menyuarakan tuntutannya.

“Napi memberi waktu dua jam, tapi tetap tidak direspon, sehingga dia (kepala LP) diminta untuk dicopot dari jabatannya, karena selama ini pun dia tidak bersikap baik dengan para napi,” katanya.

Akibat tidak ada respon dari kepala LP, lanjut Rusli, para napi lantas meluapkan amarahnya dengan membakar beberapa fasilitas. “Tadi yang dibakar pustaka (perpustakaan), banker tempat perabotan,” kata warga binaan LP itu.[] (idg)