BANDA ACEH – Ketua Rakan Mualem Pusat, Muzakir, mengatakan program kampanye Zaini–Muzakir pada 2012 lalu tidak berjalan dengan baik karena ada konflik internal di pucuk pimpinan.

“Misalnya Mualem (Muzakir Manaf) ingin tingkatkan industri pertanian tapi Gubernur tidak setuju,” ujar Muzakir kepada portalsatu.com sesaat setelah menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Forsapa di Solong Mini Lampineung, Banda Aceh, Minggu, 19 Juni 2016.

Ia mengatakan Mualem saat ini hanya berperan menjadi orang nomor dua sehingga terkendala dengan pimpinan saat ingin menjalankan program.

“Kendala Mualem adalah karena kepemimpinannya bukan di tangan Mualem,” kata dia.

Acara diskusi tersebut membahas tema terkait kesejahteraan dan janji dalam pemilu. Acara yang diprakarsai oleh Forsapa ini ditujukan sebagai bentuk partisipasi sipil dalam penyelenggaraan pemilukada di Aceh.

“Kita angkat aspek kesejahteraan dan janji dalam diskusi kali ini. Semua calon umbar janji dalam kampanye dan kita harap 2017 mendatang menjadi momentum mensejahterakan rakyat bukan hanya umbar janji,” kata Koordinator Forsapa, Abrar M. Yus.

Dalam acara tersebut turut hadir Gading Hamonangan selaku Ketua PDIP DPC Banda Aceh. Dalam materi yang disampaikan, Gading meminta masyarakat lebih antusias dalam pilkada mendatang.

“Semoga ada lompatan jumlah pemilih dan semoga pilkada mendatang dapat terpilih pemimpin yang mampu menjawab persoalan Aceh,” kata Gading.[](bna)