Jakarta-Analis melihat indikasi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan IHSG Selasa (5/9/2017) dengan kisaran support 5.792-5.771 dan resistance 5.848-5.882. Inilah saham-saham pilihannya.

Kepada INILAHCOM, Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas memberikan rincian penjelasannya berikut ini:

Laju IHGS bukannya tambah membaik malah cenderung melemah melanjutkan penurunan dari pekan kemarin. Meski terdapat rilis data makroekonomi dalam negeri di mana Indonesia mencatatkan deflasi -0,07 persen namun, tampaknya belum mampu mengangkat IHSG.

Adanya pandangan mengenai menurunnya daya beli secara agregat yang menyebabkan adanya deflasi yang disertai dengan imbas melemahnya sejumlah indeks saham Asia setelah Korea Utara dikabarkan melakukan uji coba rudal kembali membuat IHSG rontok.

Meski kondisi penurunan daya beli telah dibantah oleh BPS, tidak juga mampu menahan maraknya aksi jual. Bahkan kondisi kian diperparah dengan kembali melemahnya rupiah dan meningkatnya aksi jual dari investor asing. Asing mencatatkan nett sell Rp562,19 miliar dari sebelumnya nett sell Rp234,27 miliar.

Arah ISHG Selasa 5 Septermber 2017

IHSG ditutup melemah 0,86% di level 5.813,741 pada 4 September 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.792,839 dan 5.771,936. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5.848,122 dan 5.882,502.

Berdasarkan indikator daily, Moving Average Convergence Divergence (MACD)  membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) berada di area netral.

Terdapat pola long black marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham.

Pergerakan IHSG yang tidak berbalik arah naik memberikan pandangan berkurangnya pelaung IHSG untuk dapat bergerak di zona hijau. Aksi jual pun masih marak yang terefleksi dari meningkatnya volume jual.

Secara tren masih dimungkinkan bagi IHSG untuk kembali melemah. Terkecuali mulai ada sebagian pelaku pasar yang memanfaatkan pelemahan tersebut untuk masuk sehingga dimungkinkan juga IHSG akan bergerak naik tipis.

Akan tetapi, jika tidak maka antisipasi pelemahan lanjutan. Oleh karena itu, tetap cermati berbagai sentimen dan antisipasi sentimen yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah.

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai pertimbangan para pemodal.

Berikut ini saham-sahamnya:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) di Rp14.700. Secara fundamental, Return on Equity (RoE) berada di level 11,33%; Price to Earnings Ratio (PER): 13.59x; Price to Book Value (PBV): 1.56x; dan Beta: 0,18.

Saat ini, harga telah menyentuh level psikologis fibonacci 38,2% sehingga potensi technical rebound terbuka lebar. Selain itu, terdapat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada area level Rp14.600-Rp14.700, dengan target harga secara bertahap di level Rp15.025 dan 15.600. Di lain sisi, support berada di angka Rp14.450.

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di Rp13.050. Secara fundamental, Return on Equity (RoE) berada di level 11,67%; Price to Earnings Ratio (PER): 15,99x; Price to Book Value (PBV): 1,87x; dan Beta: 1,66.

Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada area level Rp12.950-Rp13.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp13.200, Rp13.425 dan Rp13.900. Di lain sisi, support berada di posisi Rp12.850.

3. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

Saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) di Rp216. Secara fundamental, Return on Equity (RoE) berada di level -4.11%; Price to Earnings Ratio (PER): -27,34x; Price to Book Value (PBV): 1.12x; dan Beta: 0,94.

Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada area level Rp212-Rp216, dengan target harga secara bertahap di level Rp224, Rp250 dan Rp280. Sementara itu, support berada di angka Rp180.

4.  PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) di Rp1.170. Secara fundamental, Return on Equity (RoE) berada di level: 3,67%; Price to Earnings Ratio (PER): 39,84x; Price to Book Value (PBV): 1,46x; dan Beta: 2,59.

Saat ini, harga bertahan di area garis tengah dari bollinger dan terdapat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada area level  Rp1.150-Rp1.170, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.250, Rp1.450 dan Rp1.650. Di lain sisi, support berada di posisi Rp1.120.

5. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) di Rp2.300. Secara fundamental, Return on Equity (RoE) berada di level: 19,20%; Price to Earnings Ratio (PER): 47,41x; Price to Book Value (PBV): 9,07x; dan Beta: N/A.

Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada area level Rp2.270-Rp2.300, dengan target harga di level Rp2.360 dan Rp2.500. Sementara itu, support berada di angka Rp2.210.

6. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)

Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) di Rp2.140. Secara fundamental, Return on Equity (RoE) berada di level: 11,92%; Price to Earnings Ratio (PER): 11,78x; Price to Book Value (PBV): 1,40x; dan Beta: 2,12.

Harga berpotensi menguji level support psikologis di area level Rp2.120 dan diharapkan agar proses rebound terbuka lebar.

Rekomendasi “Buy on Weakness” pada area level Rp2.120-Rp2.130, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.280, Rp2.360, Rp2.450 dan Rp2.500. Sementara itu, support berada di posisi Rp2.120 dan Rp2.060.[]Sumber:inilah