Bulan Rajab sebagai bulan penuh kemuliaan dan kelebihan, terdapat sebuah peristiwa yang dahsyat dalam sejarah kehidupan Baginda Rasulullah saw., yakni Israk Mikraj. Peristiwa Israk Mikraj bukan hanya terjadi khilaf pendapat berkenaan dengan beliau berangkat dengan roh dan jasad atau roh saja ataupun mimpi. Namun, pendapat yang kuat menjelaskan baginda nabi melakukannya dengan roh dan jasad/tubuh. Juga khilaf pendapat mengenai tarikh (perhitungan tahun/tanggal) beliau Israk Mikraj.
Ada beberapa pendapat ulama tentang kapan Rasulullah saw., Israk Mkraj. Di antaranya, pertama, dalam kitab Tarikh Maulid An-Nabi S.A.W yang ditulis Tharhuni menyebutkan bahwa pada bulan Rabiul Awal terjadinya Israk Mikraj. Ibnu Abbas dan Jabir r.a., keduanya berkata: Diputerakan Rasulullah SAW pada Tahun Gajah, hari Isnin dua belas hari bulan Rabiul Awal dan padanya Baginda dibangkitkan menjadi Rasul dan padanya Baginda dibawa naikkan ke langit (Miraj) dan padanya berlakunya Hijrah dan padanya Baginda diwafatkan. (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Musannaf, dan Al-Jauzaqani dalam Al-Abathil)
Kedua, Israk dan Mikraj pada malam 27 Rajab. (Kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah 109/3, Fath Al-Bari). Ini merupakan pendapat Ibnu Hazm, dan juga Imam Nawawi di dalam kitabnya 'Ar-Raudhah. Ketiga, Israk Mikraj pada bulan Rabiul Awwal. Ini berdasarkan riwayat Ibnu Lahiiah dari Urwah Az Zubair. Menurut riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Abbas ia berlaku pada 12 Rabiul Awwal, tetapi Al-Hafiz Ibnu Katsir mendhaifkan riwayat ini. Ulama lain yang mendukung pendapat ini ialah Al-Hafiz Abdul Ghani Al-Maqdisi. Keempat, Israk Mikraj terjadi pada bulan Zulqaedah. Ini merupakan pendapat As Suddiy.
Kelima, Israk Mikraj terjadi pada bulan Ramadhan. Pendapat ini dikemukakan Al Waqidiy, dan riwayat Ibnu Saad dari Ibnu Abi Saburah. Keenam, Israk Mikraj terjadi pada bulan Syawwal. Pendapat ini berdasarkan riwayat At-Thabari dan Al-Baihaqi dari As-Suddiy. Ketujuh, Israk Mikraj terjadi pada bulan Rabiul Akhir. Argumen ini dikemukakan Ibrahim Al-Harbiy dan ditarjihkan Ibnu Munir.
Beberapa pendapat disebutkan di atas yang masyhur di kalangan ulama adalah tanggal 27 Rajab. Ini berdasarkan komentar Imam An-Nawawi dalam kitabnya Nurudh Dhalam”. “… peristiwa Isra' dan Mi'raj terjadi 5 tahun atau 10 tahun atau 11 tahun atau 12 tahun setelah Nabi diutus, menurut pendapat yang masyhur terjadi pada malam Isnain tanggal 27 Rajab setahun sebelum hijrah…. (Kitab Nurudh Dhalam, Imam An-Nawawi al-Bantani)
Setidaknya beberapa pendapat di atas menjadi wawasan kita dalam menggali kembali sejarah Islam. Walaupun mayoritas umat Islam berpendapat dan melakukan peringatannya pada 27 Rajab, tetaplah itu sebagai pegangan kita meski di antara kita ada yang tidak sependapat. Semoga ukhuwah tetap terwujud. Wallahu allam bishawab.[]


