LHOKSEUMAWE – Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Malikussaleh, Muzammil Alaydrus, mengecam rencana konser dua grup band nasional yaitu D’Masiv dan Jrocks di Kota Lhokseumawe.

Konser itu rencananya akan dihelat di Lapangan Jenderal Sudirman, Kota Lhokseumawe, Sabtu, 15 Oktober 2016 mendatang.

“Saya sebagai pemuda Aceh dan juga Ketua Bidang Litbang DEMA STAIN Malikussaleh sangat kecewa terhadap kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang memberikan izin pelaksanaan konser tersebut,” kata Muzammil melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Selasa, 11 Oktober 2016.

Menurutnya, keluarnya izin konser dua band itu merupakan tindakan 'pilih kasih' atau kecurangan, karena saat artis Aceh seperti Bergek ingin menggelar konser di Aceh justru dilarang dengan alasan bisa menimbulkan maksiat dan menodai kearifan lokal dan syariat Islam.

“Saya sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Kota Lhokseumawe yang seperti ini, apa dikarenakan Bergek tidak mempunyai uang yang banyak dan tidak dapat membayar kepada Pemko hingga dia tidak diberikan izin,” katanya.

Muzammil juga mempertanyakan sikap instansi terkait seperti MPU dan elemen pemerintah lainnya yang dinilai tidak menanggapi hal ini.

“Kenapa mereka tidak melarangnya? Dan kenapa di saat konser artis lokal mereka banyak mengeluarkan statement larangan, dan kecaman. Padahal konser Bergek dilaksanakan pada sore hari di mana potensi terjadinya kemaksiatan bisa diminimalisir ketimbang konser dua band itu yang dibuat di malam hari.”

Ia juga meminta panitia konser dan pihak sponsor untuk membatalkan konser itu. “Terutama sekali kepada Pemko Lhokseumawe saya imbau untuk tidak pernah mengeluarkan izin terhadap acara pergelaran hiburan apapun yang membawa dampak moral buruk pada masyarakat Kota Lhokseumawe,” katanya.[]