LHOKSUKON – Banyaknya pasokan jagung manis yang merambah pasar tradisional di Aceh Utara mengakibatkan harga jagung mutiara (flint corn) atau jagung tawar, anjlok. Saat ini harga jual jagung tawar hanya Rp700/buah, sedangkan jagung manis Rp1.600/buah.

“Ini sudah memasuki masa panen jagung tawar, tapi harga malah sangat murah, hanya Rp 700 per buah. Padahal tahun lalu, harganya masih Rp1.800 per buah. Kondisi ini terjadi karena jagung manis sudah banyak masuk ke pasar tradisional dan lebih diminati,” kata Idris, 50 tahun, petani jagung asal Gampong Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye kepada portalsatu.com, Rabu, 28 Desember 2016.

Meski harga jagung mutiara anjlok, para petani yang hanya memiliki modal kecil terpaksa menjual hasil panen ke pasar. Beda halnya dengan petani yang memiliki modal besar, mereka lebih memilih mengeringkan jagungnya untuk dijadikan pakan ternak dan dijual ke Kabupaten Bireuen.

Padahal, kata Idris, saat ini kualitas jagung mutiara sangat bagus dengan ukuran buah yang besar.

“Mau bagaimana lagi, kami yang modalnya pas-pasan hanya bisa menjual ke pasar. Lebihnya dibagikan ke tetangga dan kenalan. Saat ini masyarakat lebih menyukai jagung manis. Jika kondisinya terus begini, kami pun berencana menanam jagung manis saja untuk ke depan,” pungkas Idris.[]