LHOKSEUMAWE – Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Abdul Mutaleb alias Taliban merasa kecewa dengan PT. Pertamina Hulu Energi (PHE). Pasalnya, PHE dinilai tidak peduli terhadap kondisi jalan rusak parah di lingkungan perusahaan itu.

“Weuh teuh ta kalon rakyat yang jak woe lewat jalan nyan. Sayang aneuk sikula dan warga laen yang tip uroe lewat jalan nyan, peulom nyena ureung hamil,” ujar Taliban kepada portalsatu.com, Jumat, 17 Maret 2017.

Taliban menyebut kondisi jalan jalur pipa gas itu dari Cluster IV menuju Tanoh Mirah, Kecamatan Langkahan sudah lama rusak. “Dari Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas, Pirak Timu, sebagian Payabakong, Cot Girek sampai Langkahan hancur total,” kata politisi Partai Aceh itu.

“Tahun berganti tahun, tidak ada kepedulian sejak masih ada ExxonMobil sampai beralih ke PHE. Seharusnya PHE sebagai BUMN lebih peduli kepada kondisi di sekitarnya, minimal jalan rusak diperbaiki,” kata Taliban lagi.

Taliban melanjutkan, jika PHE tidak memperbaiki jalan rusak parah, mestinya aset itu segera diserahkan ke Pemerintah Aceh Utara agar bisa ditangani dengan anggaran daerah.

“Perusahaan bek cok hase mantong. Paleng kureung, ureung di sampeng beu geuteume rasa manfaat ka alhamdulillah. Ijih pih perle jalan dipakek, masyarakat pih pakek,” ujar Taliban.

Menurut Taliban, kalau pun tidak dibangun aspal hot mix kembali jalan tersebut, paling tidak PHE melakukan pengerasan. “Minimal ditutup lubang. Kan bisa digunakan dana CSR. Beujeut geu lalui le masyarakat, bek lage geuduek lam jaloe. Weuh ta kalon, meujalan hana got,” katanya.

Sementara itu, Superintendent Field General Support PHE NSB, Armia Ramli mengatakan, perusahaan akan segera memberbaiki jalan rusak itu secara bertahap.

“Perbaikan jalan aset perusahan selalu dilakukan secara berkala. Saat ini masih dalam proses administrasi internal untuk perbaikan sejumlah ruas jalan sepanjang jalur pipa termasuk jalan dari Cluster IV hingga Langkahan,” ujar Armia Ramli dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 18 Maret 2017.

Armia menyebut sejauh ini belum ada pemberitahuan dari pihak DPRK Aceh Utara terkait kondisi jalan tersebut. “Belum ada pemberitahuan dari dewan. Walaupun demikian, PHE NSB tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan jalan tersebut secara berkala,” katanya.[](idg)