MASIH ingat gerakan fenomenal Gangnam Style atau drama Winter Sonata? Korea Selatan boleh berbangga diri. Pasalnya banyak yang takjub akan kehebatan negara itu dalam mengekspansi produk dan budaya mereka ke berbagai penjuru negara, khususnya di Asia. Padahal, negara itu punya populasi dan luas wilayah relatif kecil jika dibandingkan dengan Indonesia atau Tiongkok.
Sebuah lembaga penelitian internasional Euromonitor pun membedah strategi Korea yang berhasil membumikan kebudayaan lokal sehingga menjelma kebiasaan global. Salah satu upaya yang paling terbukti sukses ialah memanfaatkan popularitas selebritas Korea untuk menjadi celebrity endorsement. Apa pun yang dipakai para selebritas di dalam drama seri, misalnya, mampu mendongkrak penjualan sejumlah produk mulai ayam goreng hingga kosmetik.
“Strategi yang paling unik dan menarik dari perusahaan dan pemerintah Korea ialah mereka jor-joran memanfaatkan selebritas mereka. Lihat saja lagu Gangnam Style atau drama seri terbaru Descendents of the Sun,” ujar Singapore-based Euromonitor International Research Manager Warangkana Anuwong seperti dilansir dari CNBC.com, Senin (13/6).
Musik pop Korea, atau dikenal K-pop, dikatakannya sangat efektif menarik minat masyarakat di seluruh dunia terhadap produk dan buaya Korea. Penetrasinya bahkan terbilang begitu lembut. Negara-negara di Asia sebenarnya jadi target potensial bagi perusahaan Korea dalam mengekspansi produk. Salah satu negara emerging market di wilayah Asia Tenggara yang menjadi sasaran empuk ialah Vietnam. Survei dari Euromonitor menunjukkan 33% dari total 400 perusahaan nasional cenderung melebarkan sayap pemasaran ke Vietnam. Target kedua ialah Tiongkok, yang dibidik 28% dari total perusahaan nasional Korea.
“Negara lain yang juga jadi toplist mereka di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Rusia. Perusahaan Korea seperti Samsung bahkan hijrah ke Amerika Serikat dan Eropa untuk merebut pasar. Samsung bahkan unggul 8% di atas produk Apple Iphone di pasar Eropa bagian Barat,” imbuh Warangkana. | sumber : mediaindonesia


