SUBULUSSALAM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Mashuri SKM, menargetkan pada tahun 2020 seluruh puskemas di lima kecamatan di daerah itu sudah terakreditasi. Hal itu disampaikan Mashuri kepada portalsatu.com, di sela-sela meninjau pra survei di Puskesmas Penanggalan, Rabu, 1 November 2017.
Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdako Subulussalam ini mengatakan, saat ini tim dari Dinas Kesehatan Aceh sedang melakukan prasurvei puskesmas di tiga kecamatan yakni Penanggalan, Simpang Kiri dan Rundeng.
“Tahun depan dilanjutkan pra survei di Sultan Daulat dan Longkib. Ini baru pra survei, melalui kegiatan ini kita tahu di mana kekurangan dan apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi survei untuk akreditasi,” kata Mashuri.
Mashuri menargetkan pada tahun 2020 seluruh puskemas di Kota Subulussalam harus terakreditasi supaya bisa bekerjasama dengan BPJS. Bagi puskemas yang tidak lulus akreditasi berpotensi tutup karena tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga masyarakat berobat ke sana harus bayar.
“Pemerintah secara nasional sudah menetapkan 2020 puskesmas harus akreditasi,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, kata dia, Dinkes Subulussalam terus melakukan pembenahan terhadap seluruh puskemas dengan menambah fasilitas kesehatan dan meningkatkan pelayanan. Dinkes juga mengupayakan puskemas jadi tempat yang aman dan bersih, sehingga pasien merasa nyaman berobat di sana.
“Akreditasi ini untuk menjaga mutu sesuai standar nasional. Makanya prosesnya sendiri berlangsung rumit dan ini juga harus terus dijaga terus menerus. Artinya kalau sudah terakreditasi pasti berkualitas,” katanya.[]



