LHOKSEUMAWE – Ketua Afiliasi Keluarga Besar Blang Lancang dan Rancong (LSM AKBAR), Muhammad Jubir, meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk menyampaikan permasalahan resettlement warga eks-Blang Lancang dan Rancong ke Presiden Indonesia. Dia juga meminta Pemerintah Aceh untuk membentuk tim khusus percepatan penyelesaian resettlement.

Melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Minggu, 23 Juli 2017, Muhammad Jubir juga berharap permasalahan yang dialami bekas warga Blang Lancang dan Rancong dapat menjadi prioritas utama Gubernur Aceh. Apalagi permasalahan ini sudah berlarut-larut karena pihak PT Pertamina dan pemerintah dinilai tidak serius.

Ketua LSM Akbar mengaku sudah berulang kali mendapat undangan ke Jakarta untuk membagas persoalan resettlement di Kantor Sekretaris Kabinet (Seskab). Namun dari beberapa pertemuan tersebut, diketahui ada beberapa kendala sehingga permasalahan ini tidak kunjung selesai.

Di antara kendala tersebut seperti penyediaan lahan perumahan dan lahan pertanian kurang lebih 2 hektar per KK. Menyangkut sarana dan prasarana, PT Pertamina telah siap membangun rumah untuk 542 KK masyarakat Blang Lancang yang tergusur. 

Dia berharap pemerintahan Irwandi Yusuf dapat menyampaikan permasalahan ini kepada presiden sebelum memulai pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. “Jika pemerintah belum menyelesaikan permasalah tersebut, maka kami akan mengambil sikap karena selama ini kami sangat mematuhi proses mediasi yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.[]