BANDA ACEH Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menggelar demonstrasi untuk menolak alokasi anggaran tunjangan fasilitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Rp25 miliar, di halaman gedung parlemen tersebut, Selasa, 26 September 2017.
Mereka menilai tunjangan fasilitas anggota DPRA Rp25 miliar tidak layak dengan keadaan masyarakat Aceh saat ini.
“Kemiskinan masih sangat tinggi, dan kelaparan masih banyak. Apakah sesuai dengan ketetapan anggaran yang dilakukan anggota dewan,” kata Suci Imam Akbar, koordinator lapangan dalam orasinya.
Ketua KAMMI Aceh Tuanku Muhammad dalam orasinya mengungkapkan, meskipun penambahan tunjangan diatur dalam PP Nomor 18 Tahun 2017 dan sudah dijadikan Qanun Aceh tahun 2017, bukan berarti legislatif Aceh bisa sesukanya meminta penambahan tunjangan fasilitas.
“Ada seorang balita yang meninggal di Aceh Timur karena gizi buruk, tetapi saat ini kita lihat anggota dewan mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp25 miliar,” kata Tuanku Muhammad.
Mereka juga melakukan teatrikal yang menceritakan tentang kondisi masyarakat hidup di tempat kurang layak. Mereka juga membawa spanduk tertulis, “Alahai DPRA, bak peng bagah, bak but lambat,” “Pak dewan, masihkah engkau memikirkan nasib rakyat Aceh?” “DPRA tambah gaji, rakyat kurang gizi #tolaktunjangan25M“.[]


