LHOKSEUMAWE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe mengimbau kepada masyarakat agar terus menjauhi perbuatan yang rentan membawa penyakit HIV dan AIDS. Pasalnya, sekitar dua minggu lalu di Kota Lhokseumawe sudah terdeteksi seorang yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus ( HIV).

Menurut Dinkes setempat, virus mematikan tersebut kerap terjangkit akibat pemakaian jarum suntik narkoba, berhubungan intim bukan dengan suami istri, serta berhubungan dengan cara bergonta ganti pasangan.

“Pihak Dinkes sekitar dua minggu lalu menemukan salah seorang warga Lhokseumawe, yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selama tahun 2016, ini adalah temuan pertama,” kata Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Lhokseumawe, dr Helizar kepada awak media, Senin, 20 Juni 2016.

Dia mengatakan terdapat 24 orang penderita HIV/AIDS di Lhokseumawe sepanjang 2008 hingga 2016, dan 10 diantaranya meninggal dunia.

Helizar menganjurkan untuk segera memeriksa di Voluntary Counseling and Testing (VCT), di Puskesmas Muara Dua, Puskesmas Muara Satu, RS Kesrem, jika ada masyarakat yang mengalami kelainan pada tubuhnya.

Helizar mengatakan seorang penderita HIV tersebut diketahui berawal dari saat korban berobat ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Lhokseumawe. Setelah dilakukan serangkain pemeriksaan, dan diketahui warga tersebut sudah terjangkit, maka pihak RSUCM langsung mengembalikannya kepada pihak Dinas Kesehatan.

Helizar berharap agar masyarakat jangan mengucilkan keberadaan penderita yang terjangkit HIV di lingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, terjangkitnya penyakit tersebut bukan semata-mata dari hubungan intim saja, namun juga bisa terjadi melalui jarum suntik yang tidak steril.[](bna)