LANGSA – Akademisi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Muhammad Dar, menilai kinerja Pemerintah Aceh masih lemah di bidang keterbukaan publik. Salah satu contohnya seperti tertutupnya informasi rekruitmen Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Seharusnya setiap penetapan pejabat publik harus diketahui oleh publik agar tidak menuai reaksi negatif. Dalam hal pemilihan Kepala BPMA, seharusnya gubernur Aceh harus benar-benar serius dalam mengambil sebuah kebijakan, terlebih lagi perihal penetapan posisi sebagai pejabat publik, ujar Muhammad Dar saat ditemui portalsatu.com di Langsa, Minggu, 21 Februari 2016.
Dosen Ilmu Sosial dan Politik Islam itu turut menyarankan agar diadakan polling untuk memilih Ketua BPMA. Ini dirasa perlu untuk menyerap berbagai aspirasi dan pendapat dari masyarakat.
Dalam hal ini masyarakat dapat memberi penilaian sendiri, setelah melihat reaksi dari masyarakat dijadikan itu sebuah pertimbangan gubernur dalam menentukan kebijakannya. Tidak dapat dipungkiri gubernur punya peran besar dalam menentukan Ketua BPMA, akan tetapi tidak ada salahnya jika masyarakat ikut dilibatkan dalam memberikan penilaian, ujar calon ketua Alumni IAIN Zawiyah Cot Kala itu.


