LHOKSUKON – Kawula muda harus memahami apa itu narkoba dan dampak buruk yang ditimbulkan jika menjadi pemakai. Untuk menghindari penyalahgunaan narkoba, Cut Putri Nuzulia Syarif, Duta Wisata Aceh 2016 mengajak generasi muda untuk menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Mulai dari belajar, mengaji, olah raga, hingga bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Cut Putri memgatakan, ada banyak cara mencegah penggunaan narkoba, baik itu sabu, ganja ataupun lainnya. Dasar dari semua itu, menurutnya, yang terpenting dan harus dihindari adalah coba-coba, karena itu dapat mengakibatkan ketagihan atau menjadi candu.

“Selain harus paham apa itu narkoba dan dampak buruk yang ditimbulkan dari penggunaannya, kita juga harus memperkuat keimanan dan prinsip berani katakan tidak pada narkoba. Sebisa mungkin agar menghindari pergaulan bebas yang dapat berujung pada narkoba,” ujar Cut Putri, runner-up II Duta Wisata Indonesia 2016, kepada portalsatu.com, Rabu, 29 Maret 2017.

Dalam hal berpikir atau menghadapi masalah di kehidupan sehari-hari, kata Cut Putri, harus mengutamakan logika dari pada emosi. “Jika ada masalah selesaikan dengan kepala dingin, jangan emosional. Apalagi sampai mengambil jalan pintas. Narkoba itu menyesatkan, bukan solusi. Selalu tanamkan kepada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ucap gadis 21 tahun itu.

Menurut Putri, narkoba juga dapat dicegah dengan mengembangkan potensi diri menjadi remaja produktif, dalam arti tidak hanya berprestasi di bidang akademik saja.

“Kita bisa menjadi remaja produktif dengan mengenal dan memahami kemampuan (minat dan bakat) dalam diri sendiri. Kita juga berusaha mengembangkan kemampuan itu sebaik mungkin. Salah satunya dengan mengikuti perlombaan yang ada sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ungkap Putri.

Selain itu, tambahnya, kawula muda juga harus berani mengambil konsekuensi terhadap keputusan yang diambil. “Terkadang kita harus memilih memprioritaskan antara akademik atau kegiatan non akademik. Dalam hal itu kita harus bijak memilih apa yang ingin kita lakukan. Dan yang paling penting, kita berusaha menjasi pribadi yang kreatif dan produktif, agar kita menjadi pribadi yang spesial dan tidak tenggelam dalam kemajemukan masyarakat,” pungkas Putri.[]