LHOKSEUMAWE – Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Malikussaleh (LPPM Unimal) Yulius Dharma mengatakan pemilih pemula turut menentukan kesuksesan pilkada. Itu sebabnya, kata Yulius, penyelenggara pilkada, partai politik dan pasangan calon harus bisa memberikan perhatian khusus kepada pemilih pemula.

“Pemilih pemula sangat menentukan dan juga bisa menjadi target partai politik (parpol) dan pasangan calon  untuk meraih suara maksimal,” kata Yulius Dharma kepada portalsatu.com, Senin 30 Januari 2017.

Yulius berharap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan kabupaten/kota tidak hanya melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula atau simulasi pilkada bagi pelajar menengah atas. Namun, juga dibutuhkan strategi unik seperti iklan melalui baliho dan spanduk, misalnya bertuliskan “Satu suara pemilih pemula sama juga dengan suara pejabat negara”. Hal ini agar dapat menarik minat para pelajar.

“KIP juga harus membuat iklan di radio maupun televisi khusus untuk mengajak pemilih pemula atau dapat menggungah semangat mereka. Contohnya, iklan yang bercerita seperti film dan akhirnya mengajak pemilih pemula untuk memilih pada 15 Februari 2017,” kata Yulius.

Yulius menyebut untuk melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula banyak cara bisa dilakukan. Sebab, para pelajar sekarang aktif menggunakan media sosial, seperti twitter, path, instagram, facebook, line dan lainya.

“Ini juga merupakan cara efektif bagi parpol dan paslon memberikan pendidikan politik yang baik untuk mengunakan hak pilih dan menjadi pemilih yang cerdas agar melahirkan pilkada yang berkualitas,” ujar Yulius.[]