LHOKSEUMAWE – Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi wisata di daerah-daerah termasuk Aceh, terutama meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola objek wisata sesuai kaidah Sapta Pesona.

Hal itu diutarakan Muslim, SHi, anggota Komisi X DPR RI dalam acara gerakan sadar wisata dan sapta pesona di Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Kamis 27 April 2017.

“Kemenpar sudah banyak melakukan terobosan. Namun demikian pemerintah daerah juga tidak tinggal diam, karena sadar wisata tidak akan terwujud tanpa peran daerah,” jelas Muslim di hadapan ratusan relawan gerakan sadar wisata 

Politisi Demokrat tersebut juga memaparkan Aceh memiliki potensi wisata bahari, gunung dan sejarah yang luar biasa. Jika dikembangkan dengan baik maka akan menghasilkan PAD besar, selain itu akan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.

“Apalagi pemerintah sedang menggalakkan konsep wisata halal, ini jadi peluang besar bagi Aceh dan Lhokseumawe untuk mengembangkan wisata bernuansa syar’i. Namun harus fokus, menyusun regulasi yang tepat agar bisa dijalankan secara terus menerus,” terang Muslim.

Sedangkan pemerhati Pariwisata dari Kemenpar RI, Yabes L. Toisa menjelaskan di Lhokseumawe banyak lokasi yang belum dikelola dengan baik. Ia mengatakan Pemko harus menyusun regulasi khusus pengembangn objek wisata. Dengan demikian dinas terkait atau para pihak lainnya bisa menjalankan program-program dengan baik.

Di sisi lain, katanya, dengan regulasi yang kuat di daerah, memudahkan pemerintah pusat melalui Kemenpar untuk menyalurkan bantuan. “Seperti hari ini, masyarakat di Ujong Blang belum memiliki kelompok sadar wisata, ini jadi pekerjaan rumah dinas terkait, ke depan harus ada kelompok sadar wisata,” pungkasnya.[]