JANTHO – Kasi Layanan PDAM Tirta Montala, Iksan, membenarkan pihaknya memasang tujuh pipa penyedot air di kolam pemandian Mata Ie, Aceh Besar. Namun hanya dua dari tujuh pipa yang dipasang tersebut berfungsi.

“Banyak pipa penyedot yang ada di sumber mata air itu, beberapa pipa tergabung jadi satu tansmisi dalam pipa besar lagi, ada yang disalurkan ke arah kuburan cina dan arah gudang peluru untuk pengolahannya. Di antara pipa itu ada milik Rindam satu yang sudah tergantung, sudah lama tidak di gunakan lagi, dan Rindam sudah lama berlangganan dengan PDAM,” kata Iksan, saat dijumpai portalsatu.com di ruang kerjanya, di Kantor Cabang PDAM Tirta Montala, Keutapang, Banda Aceh, Rabu, 26 Juli 2017.

Mengutip keterangan teknisi, Iksan mengatakan dua pipa aktif yang terpasang di sumber mata air tersebut kemudian dipergunakan secara bergantian untuk memasok air kepada konsumen.  “Karena tidak mungkin bekerja 24 jam untuk satu pipa. Pipa memang banyak, tetapi sudah banyak yang tidak di pakai.”

Di sisi lain, Iksan membenarkan keberadaan perusahaan air mineral Sling di kawasan tersebut. Namun, kata Iksan, perusahaan air ini tercatat sebagai pelanggan PDAM Tirta Montala “Mereka hanya membayar tagihan saja, dan tagihan mereka berbeda dengan masyarakat,” kata Ikhsan.

“Tagihan untuk masyarakat RP 4.500/10 meter kubik, dan Sling Rp. 6.400/10 meter kubik. Ada selisih Rp 1.900, karena kita sistem slod, sehingga hitungannya per sepuluh meter kubik sekian harga,” katanya.

Pun demikian, Iksan menyebutkan PDAM bekerjasama dengan Rindam untuk merawat sumber mata air di Mata Ie.

“Itu hanya berupa perawatan ringan seperti pembersihan sampah organik, peninggian cek dam (bendungan), itu dananya kita join dengan Rindam,” kata Iksan.[]

Laporan: Taufan Mustafa