BANDA ACEH – Keberpihakan atau dukungan tokoh tertentu terhadap bakal calon gubernur Aceh masih dipertanyakan oleh publik menjelang musim pemilukada 2017 mendatang. Salah seorang figur yang menyedot perhatian publik adalah mantan petinggi militer GAM, Sofyan Dawood.

Maklum, Sofyan Dawood dikenal sebagai salah seorang pendiri Partai Nasional Aceh (PNA). Seperti diketahui, Irwandi Yusuf yang juga tokoh pendiri PNA, jauh hari lalu telah menyatakan akan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada 2017 nanti. (Baca: Ditanya Soal 2017, Irwandi Yusuf: Insyaallah Nyalon)

Apakah Sofyan Dawood tidak mendukung Irwandi yang sama-sama bernaung dalam satu “gerbong” yaitu PNA? Selain itu, Sofyan Dawood juga dikenal dekat dan bahkan pernah menyatakan mendukung Tarmizi A. Karim sebagai kandidat Gubernur Aceh. (Baca: [Wawancara] Sofyan Dawood: Lon Dukung Tarmizi Karim)

Sofyan Dawood pernah pula bertemu dengan Muzakir Manaf atau Mualem, Ketua Umum Partai Aceh yang menyatakan akan maju sebagai bakal calon gubernur pada 2017. Meski keduanya berdalih hanya sebatas silaturahmi, namun banyak pihak memperkirakan pertemuan itu sarat dengan politik menuju pemilukada ke depan. (Baca: Ini Bocoran Hasil Pertemuan Mualem dan Sofyan Dawood)

Belakangan, Sofyan Dawood juga “tertangkap kamera” mengadakan pertemuan dengan Amir Faisal, tokoh Aceh di Jakarta yang saat ini Ketua DPP Partai Hanura. Usai pertemuan itu beredar isu keduanya bakal berduet di pemilukada nanti. Baca: Diisukan Berduet dengan Sofyan Dawood, Amir Faisal: Itu Masih Analisa).

Terakhir kembali mencuat isu, Sofyan Dawood akan maju dalam pemilukada 2017. Lantas, kini bagaimana sikapnya atau ke manakah mantan Juru Bicara Sayap Militer GAM itu berpihak?

Saat dihubungi portalsatu.com melalui telpon seluler, Sofyan Dawood mengaku belum mengambil keputusan final antara maju sebagai kandidat atau mendukung calon lain.

“Kita tidak bicarakan siapa pengusung saya dalam pilkada (pemilukada) mendatang. Yang jelas saya mendukung calon yang profesional dan tidak menutup kemungkinan juga saya akan maju,” kata Sofyan Dawood, Sabtu, 30 Januari 2016.

Namun, Sofyan Dawood menekankan, siapa pun calon gubernur terpilih ke depan, harus memperhatikan nasib ekskombatan. Menurut dia, dua periode pemerintah sebelumnya gagal menjalankan tampuk pimpinan karena masih banyak ekskombatan yang belum sejahtera.

“Nasib ekskombatan itu harus diperhatikan, pemerintah saya anggap gagal jika hal ini tidak tercapai,” kata Sofyan Dawood.

Tak hanya ekskombatan, Sofyan Dawood berharap pemimpin Aceh juga memperhatikan nasib semua rakyatnya. Ia juga meminta seluruh elemen kompak membangun Aceh.

“Kita harus kompak bangun Aceh ini,” kata Sofyan Dawood.[](tyb/idg)