Pemakaian kata-kata kecuali dan selain oleh penutur bahasa Indonesia memang ada kalanya keliru atau tertukar. Padahal ketidakcermatan begini berpotensi menimbulkan salah tafsir amat hakiki dan riskan sebab kedua kata tersebut sesungguhnya memiliki fungsi saling berlotak belakang. Kata kecuali bersifat mempersempit (eksklusif dan disintegratif), sedangkan kata selain bersifat memperluas (inklusif atau komplementaris).
Perhatikan pemakaian kedua kata dalam contoh-contoh kalimat berikut.
- Semua murid hadir, kecuali Ali.
- Semua murid hadir, selain Ali.
Kalimat pertama mengandung makna semua murid hadir, tetapi Ali tidak hadir, sedangkan kalimat kedua menyiratkan arti semua murid hadir, (termasuk) Ali juga hadir. Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah pada penggunaan kata selain. Maka perlu diingat bahwa kata selain bersifat mempergabungkan, bukan mempersisihkan.
Demi menghindari kekeliruan penggunaan kata selain, sangat disarankan selalu memasangkan kata selain dengan kata juga atau pula, serta menjadikan pola tersebut sebagai acuan buku. Maka, kalimat kedua pantas diubah menjadi: Semua murid juga hadir, selain Ali. Atau, Semua murid hadir pula, selain Ali.
Untuk menggantikan kata selain dapat dipakai kata termasuk tetapi hanya untuk beberapa kasus. Simak kalimat- kalimat berikut.
- Semua murid hadir, termasuk Ali.
- Selain pandai, dia juga sopan.
- Termasuk pandai, dia juga sopan.
- Selain memasak, saya mencuci pula.
- Termasuk memasak, saya mencuci pula.
- Saya juga memasak, selain mencuci.
- Saya juga memasak, termasuk mencuci.
Kalimat No. 5, 7, dan 9 adalah kalimat janggal/rancu. Kalimat No. 2 dapat digantikan dengan kalimat No. 3. Di sini benar, kata selain dapat disubtitusi denan kata termasuk. Tetapi kata selain dalam kalimat No. 4, 6, dan 8 tidak serta merta dapat diisi dengan kata termasuk sebagaimana tersinyalir merancu pada kalimat No. 5, 7, dan 9.
Diperlukan sedikit pemahaman logika matematika di sini. Kata termasuk hanya berfungsi menggabungkan satu kata kepada kata lain yang bermakna lebih luas (sesuai dengan konsep himpunan bagian dalam matematika), tetapi tidak dapat mempersatukan dua kata yang berbeda maknanya. Sedangkan kata selain dapat dipergunakan untuk mempertautkan sebuah kata, baik kepada kelompok makna lebih besar maupun terhadap kata lain yang bermakna berbeda (sebagaimana hakikat irisan dua himpunan dalam matematika).
Kalimat No. 5 janggal, sebab kata pandai dan sopan merupakan dua kata dengan makna berbeda, sehingga tidak dapat dipersatukan oleh kata termasuk. Kalimat No. 7 dan No. 8 juga demikian. Arti kata memasak dan mencuci tidak saling terkait dan makna kata yang satu tidak lebih sempit atau lebih luas daripada makna kata yang lain. Memasak dan mencuci adalah dua kata yang sama sekali berbeda maknanya.
Berikut penggunaan kata termasuk yang afdal.
- Termasuk bertutur halus, ia juga sopan.
- Saya juga mengurus rumah, termasuk mencuci.
Bertutur halus merupakan salah satu kelakuan yang tergolong sopan dan mencuci adalah bagian dari keseluruhan pekerjaan mengurus rumah, maka kata-kata tersebut dapat disiasati membentuk kalimat dengan memanfaatkan kata termasuk.
Sumber: Intisari April 2007. Lie Charlie via rubrikbahasa.wordpress.com

