KUTACANE – Kegiatan belajar mengajar di SMKPP Negeri Kutacane, Aceh Tenggara kembali normal seperti biasa, Senin, 20 Januari 2025.

Sebelumnya siswa-siswi mogok belajar sebagai bentuk protes terhadap kepala sekolah atau kepsek berinisial MD pada pekan lalu. Pasalnya, MD diduga sering masuk ke asrama putri. Para siswi juga mengeluhkan menu makanan yang mereka nilai tidak layak.

"Alhamdulillah, siswa-siswi di SMKPP Kutacane sudah mulai ramai dan belajar seperti dulu lagi," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Jufri, kepada portalsatu.com/, Senin, 20 Januari 2025, sore.

Menurut Jufri, pihaknya sudah turun ke sekolah itu pagi tadi untuk memantau perkembangan dan melihat proses belajar yang sudah mulai aktif kembali. Bahkan, asrama putra dan putri sudah terisi semua.

"Untuk siswi yang protes dan ada kesurupan pasca kejadian Rabu malam kemarin sudah ke sekolah dan kembali belajar," ucapnya.

Jufri menjelaskan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara hanya berkewajiban memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar. Sedangkan untuk evaluasi terhadap kepala sekolah itu wewenang Dinas Pertanian Aceh.

Dia juga merasa kecewa atas kejadian tersebut, karena berdasarkan informasi dari siswa, mereka diberikan makanan yang tidak layak.

Menurut Jufri, selama dirinya bertugas sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, proses belajar mengajar di SMKPP Kutacane berjalan dengan baik dan tidak pernah ada laporan apapun baik dari siswa maupun dari pihak guru.

"Kenapa siswa siswi, wali murid dan para guru tidak pernah melaporkan bahwa ada kejadian itu," tanya Jufri.

Distribusi menu makanan kepada siswa-siswi di asrama SMKPP, kata dia, untuk sementara ditanggulangi para guru. "Supaya siswa-siswi yang menginap di asrama kebutuhannya tetap terpenuhi".

"Berdasarkan keterangan para guru, mereka sepakat untuk menanggulangi menu makanan untuk siswa-siswi yang menginap di asrama SMKPP Kutacane untuk sementara waktu," ujarnya.[] (Supardi)