BANDA ACEH – Pihak swasta dari Turki tertarik berinvestasi dalam segala bidang di Aceh. Namun, keinginan tersebut terbentur dengan sejumlah regulasi pusat yang menghambat para investor ke Aceh.

“Untuk berinvestasi, Turki perlu bantuan dari masyarakat Aceh. Turki akan memberikan bantuan investasi dalam bentuk apapun, dalam hal apapun, asal mudah secara regulasi perundang-undangan,” kata Irwandi Yusuf saat konferensi pers di pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat, 13 Oktober 2017.

Irwandi mengaku telah berdiskusi panjang lebar di Jakarta terkait hal ini. “Kita ingin menuntut bebas pajak untuk Kawasan Ekonomi Khusus Arun, dan Turki akan menginvestasikan lebih besar di KEK Arun,” katanya.

Irwandi menyebutkan alasan kenapa Turki tertarik menjalin kerjasama dengan Aceh. Menurut Irwandi, Turki memiliki romantisme dengan Aceh. Kedua kawasan pernah menjalin kerjasama dalam berbagai hal.

“Turki salah satu yang membantu Aceh saat tsunami. Simpelnya antara kita dengan Turky seperti adik kakak,” kata Irwandi.

Irwandi mengakui investor yang bakal masuk merupakan pihak swasta dari Turki. 

“Bukan Pemerintah Turki dan telah dipelopori oleh perusahaan Aksa. Kalau ini lancar, lainnya akan banyak yang masuk. Keluhan utama adalah masalah regulasi yang masih berat,” kata Irwandi.[]

Laporan: Taufan Mustafa