JANTHO – Kemenangan Saifuddin Yahya-Juanda Djamal merupakan kemenangan untuk pemekaran Aceh Rayeuk. Hal ini ditegaskan Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRK Aceh Besar, Baktiar, ST, kepada portalsatu.com, Selasa, 6 Desember 2016.

Dia mengatakan saat ini sejumlah kecamatan seperti Masjid Raya, Darussalam dan Baitussalam juga sedang mempersiapkan pemekaran dari Kabupaten Aceh Besar. Menurutnya pihak DPRK Aceh Besar sudah menyetujui hal itu.

“Bila nantinya Pak Cek-Juanda terpilih menjadi Bupati Aceh Besar 2017-2022, insya Allah pemekaran Aceh Rayeuk akan terwujud,” ujar Bakhtiar, mengulang apa yang disampaikannya di hadapan ratusan masyarakat Cot Kiro, Kuta Baro, Senin, 5 Desember 2016 malam.

Tokoh Sago 26 ini juga mengupas kilas balik pemilihan wakil dari Pak Cek. Beliau memilih Juanda yang bukan dari daerah 26 itu bukan karena ego sektoral, melainkan karena Pak Cek sudah siap untuk memekarkan Aceh Rayeuk. Jadi menurutnya kedepan tidak ada porsoalan lagi di dalam pemerintahan Pak Cek untuk pemekaran.

“Logikanya, tidak mungkin mekar Aceh Rayeuk kalau seandainya ada Wakil Bupati Aceh Besar dari daerah 26 (daerah Aceh Rayeuk) di Aceh Besar, mustahil itu. Apalagi bila ada bupati dari daerah kita, maka cita-cita pemekaran tidak akan terwujud,” kata pengurus PA Aceh Besar ini.

Karena itu, menurut Baktiar, kemenangan Pak Cek-Juanda adalah kemenangan bersama, terutama masyarakat yang selama ini mendambakan pemekaran Aceh Rayeuk.

Sementara Calon Wakil Bupati Aceh Besar, Juanda Djamal, mengatakan pemekaran Aceh Rayeuk identik dengan visi misi atau konsep pembangunan Aceh 3 sagoe.

“Jadi pemekaran ini adalah salah satu cara untuk mempercepat pembangunan, menambah perekonomian dan menambah lapangan kerja baru untuk masyarakat daerah pemekaran,” kata Juanda.[]