LHOKSUKON – Gadis manis ini sudah mencintai seni bela diri pencak silat sejak masih duduk di bangku kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berawal dari sekadar hobi, tanpa disangka ia turut mengharumkan nama Kabupaten Aceh Utara ke luar daerah.

Profesinya sebagai polisi wanita alias Polwan tidak lantas menghentikan langkahnya. Beberapa waktu lalu ia ditunjuk sebagai pendamping atlet putri di Kejuaraan Popda 2016 yang digelar di Langsa. Hasilnya pun cukup membanggakan, Aceh Utara berhasil memboyong dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Namanya Rina Fachruni, 20 tahun, kini ia tercatat sebagai salah satu Polwan di jajaran Polres Aceh Utara dengan pangkat Bripda. Kini ia ditempatkan di Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Syamtalira Aron.

“Saya menekuni pencak silat sejak kelas II SMP. Di tahun pertama saya ikut pencak silat, saya terpilih mewakili Aceh Utara pada Popda 2010 di Aceh Tamiang kategori laga kelas B Putri. Meski hanya meraih Juara III, tapi itu luar biasa bagi saya. Terlebih kala itu saya baru aktif di pencak silat,” kata Bripda Rina Fachruni saat ditemui portalsatu.com, Kamis, 1 September sore di sela-sela kesibukan latihan bela dirinya.

Beranjak dari keluarga petani, putri daerah Syamtalira Aron, Aceh Utara itu sejak kecil bercita-cita menjadi Polwan. Atas dukungan dan restu orang tuanya, ia berhasil lulus tes masuk Polwan dan mengikuti pendidikan di Sukabumi. Desember 2014, ia resmi menjadi Polwan dan ditugaskan di Polres Aceh Utara.

“Tahun 2013 saat duduk di bangku kelas XII semester II, saya mewakili Aceh Utara di Pra Pora kategori bela diri beregu dan berhasil meraih Juara I. Namun saya tidak bisa mengikuti Pora karena harus masuk pendidikan Polwan di Sukabumi. Sebelumnya 2012, saya juga mewakili Aceh Utara untuk Popda di Banda Aceh kategori laga kelas D Putri. Tapi kala itu saya tidak meraih juara,” ujarnya.

Ditambahkan Rina, awalnya ia menekuni bela diri pencak silat hanya untuk menyalurkan hobi. “Saya akhirnya sadar hobi itu juga bisa menjadi pegangan atau tameng untuk saya. Setelah itu saya yakin dan terus berlatih, hingga akhirnya dipercaya mewakili beberapa event yang membawa nama besar Aceh Utara. Alhamdulillah, hobi itu sangat cocok dengan profesi saya saat ini sebagai polisi wanita. Bisa bela diri bukan berarti menyukai kekerasan, tapi itu sebagai safety untuk menjaga diri dan juga membantu orang lain jika memang dibutuhkan,” kata anak bungsu dari enam bersaudara itu seraya memamerkan senyum.[](ihn/*sar)