MARSEILLE – Para penggemar sepak bola Inggris dan Rusia saling melempari botol dan kursi serta mengarahkan sasaran kepada polisi huru-hara Prancis di Marseille pada Sabtu (11/6). Kerusuhan terjadi menjelang pertandingan pembukaan kedua tim di Piala Eropa 2016.

Terjadi juga perkelahian antara para penggemar tim tamu dengan penduduk lokal di jalanan-jalanan di Vieux Port (Pelabuhan Lama) Marseille, di mana sebagian orang menggunakan meja-meja kafe sebagai senjata. Petugas darurat Marseille mengatakan satu orang menderita serangan jantung saat perkelahian-perkelahian itu pecah, dan dilarikan ke rumah sakit, sedangkan satu orang penggemar Inggris berusia paruh baya mengalami gegar otak.

Truk-truk water cannon dikerahkan dan puluhan polisi bersenjata tongkat diturunkan ke jalan-jalan, menembakkan gas air mata untuk memecah kerumunan massa. “Saya berharap mereka tidak pernah mencapai stadion,” kata Sabine Bernasconi, warga lokal dari Marseille.

Puluhan penggemar memadati Marseille menjelang pertandingan malam ini. Kaca-kaca pecah dan puing-puing menghiasi sebagian jalan dan trotoar di dekat pub Green Victoria, salah satu titik panas perkelahian antara para penggemar Inggris, Rusia, dan Prancis pada Kamis dan Jumat. Kepulan gas air mata menghasilkan gambar-gambar yang serupa, hanya berbeda skala yang kini lebih kecil, dengan kota ini 18 tahun silam, ketika kekerasan pecah selama dua hari dua malam di sekitar pertandingan Piala Dunia antara Inggris melawan Tunisia.

Gambar-gambar yang diunggah di internet memperlihatkan para penggemar Rusia dengan bangga mengibarkan bendera-bendera Inggris yang didapat melalui perebutan saat terjadi perkelahian-perkelahian. Sedangkan sebagian penduduk lokal juga terlibat, khususnya dengan melempari botol-botol.[] sumber: republika.co.id