SUBULUSSALAM – “Serang…, maju…!” Begitulah teriakan Cut Nyak Dhien saat mengkomando pasukannya berperang melawan tentara penjajah Belanda.

Kisah perjuangan Cut Nyak Dhien ditampilkan Komunitas Lakon melibatkan para pelajar SMA Unggul Kota Subulussalam melalui drama kolosal saat memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Lapangan Sada Kata Subulussalam, Kamis, 17 Agustus 2017.

Meski hanya bermodal pedang, Cut Nyak Dhien bersama pasukannya tak gentar menghadapi tentara Belanda yang dilengkapi senjata laras panjang. Para pejuang Aceh, termasuk Teuku Umar gugur dalam pertempuran melawan  penjajah Belanda, demi mempertahankan NKRI dan berkibarnya bendera merah putih.

Drama kolosal itu disaksikan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti bersama istrinya, Sartina NA., Wakil Wali Kota Salmaza, Ketua DPRK Hariansyah dan pejabat Muspida lainnya.

Penampilan drama kolosal tersebut juga menyedot perhatian ratusan peserta upacara dan masyarakat.[]