BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh, Kautsar, SHi, menilai semua masyarakat memiliki ekspektasi yang sama tentang perdamaian yang ada di Aceh.
“MoU ibarat kertas putih, dia tidak berbicara detail tentang kesejahteraan. MoU hanya berbicara tentang perang yang berhenti, pengakuan politik tentang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tentang masyarakat Aceh, pengakuan tentang politik lokal,” kata Kautsar dalam diskusi peringatan 11 tahun perdamaian Aceh dan ekspektasi kaum muda. Diskusi ini digelar Partai Solidaritas Indonesia yang berlangsung di 3in1 Coffe, Banda Aceh, Senin, 15 Agustus 2016.
Kautsar mengatakan MoU Helsinki ibarat kertas kosong. Tinggal bagaimana orang-orang mendorong untuk menuliskan tujuan kemanan akan membawa Aceh di masa mendatang.
Aktivis '98 ini juga menilai, perdamaian tidak hanya sekedar seremoni, peringatan positif, dan diskusi saja. Namu juga adanya evaluasi paska damai.
“Jadi eskpektasi kita di hari perdamaian Aceh ini bagaimana membangun Aceh ke depan dan mari bersama-sama mendorong kebebasan, keadilan sosial dan kesejahteraan,” katanya.[](bna)


