SUBULUSSALAM – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Subulussalam, H. Sairun, S. Ag., M.Si meninjau lokasi MTQ IX yang akan dilaksanakan di Longkib pada 2025 mendatang.

Sairun hadir ke Longkib didampingi Kepala Dinas PUPR Alhaddin, Ketua MPU Syarkawi Nur, Ketua Harian LPTQ Jaminuddin beserta seluruh jajaran dan para Ketua LPTQ Kecamatan hadir melihat kesiapan dua desa kandidat tuan rumah yakni Desa Lae Saga dan Rantau Panjang, Kamis, 12 September 2024.

Surve lokasi MTQ IX Tingkat Kota Subulussalam di dua lokasi yakni Desa Lae Saga dan Rantau Panjang, Kecamatan Longkib. Surve dipimpin langsung Ketua Umum LPTQ H. Sairun, S. Ag., M. Si dan Kadis PUPR Alhaddin.

Dalam surve tersebut Sairun bersama rombongan mengecek kesiapan Lae Saga dan Rantau Panjang sebagai calon tuan rumah seperti pengecekan kondisi lapangan yang akan dibangun tribun, lokasi pemondokan, jarak arena MTQ dengan pemondokan, tempat-tempat perlombaan serta dukungan masyarakat setempat.

“Hari ini kami meninjau dua desa calon tuan rumah MTQ IX tingkat Kota Subulussalam. Kedua desa itu ialah Rantau Panjang dan Lae Saga,” kata Sairun.

Dikatakan, hasil survei hari ini menjadi kajian Tim LPTQ Kota Subulussalam, siapa yang akan ditetapkan menjadi tuan rumah MTQ IX pada 2025 mendatang. “Untuk MTQ 2025 kita sudah menetapkan Longkib sebagai tuan rumah, apakah di Lae Saga atau di Rantau Panjang ini akan dibahas oleh Tim LPTQ Kota Subulussalam,” ujar Sairun.

Survei lokasi MTQ ini diawali di Desa Lae Sage, Sairun bersama rombongan disambut Kades Lae Saga Rudi Hartono dan Camat Longkib Hal Haris. Di Lae Saga, Ketua LPTQ Sairun dan Kadis PUPR Alhaddin meninjau lapangan Bola Kaki Lae Saga, di sekitar lokasi itu juga terdapat beberapa rumah warga tempat pemondokan kafilah.

Kades Lae Saga mengatakan, seluruh masyarakat di desanya menyabut baik dan siap menyukseskan MTQ IX apabila mereka diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dalam perhelatan even keagamaan tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Rantau Panjau, Abdul Haris memaparkan secara rinci kesiapan desanya menjadi tuan rumah seperti memperbaiki lapangan dan membuat saluran parit di pinggir lapangan, tempat pemondokan gratis dan parkir gratis serta menyiapkan kendaraan operasional roda dua di masing-masing pemondokan.

Ia juga mengatakan jarak lapangan yang nantinya menjadi arena utama MTQ berdekatan dengan pemondokan berkisar sekitar 300 meter sehingga bisa berjalan kaki, begitu juga tempat-tempat perlombaan tak jauh dari lapangan.

Abul Haris mengatakan, masyarakat Rantau Panjang sangat kompak dibuktikan mampu menjadi juara I lomba desa tingkat Kota Subulussalam, dan akan mewakili daerah ini untuk mengikuti lomba desa tingkat provinsi Aceh pada 2025 mendatang.

Pemaparan Abdul Haris yang begitu rinci dan lengkap mendapat apresiasi dari Ketua LPTQ Sairun yang juga Sekda Kota Subulussalam. Sairun tak sungkan memuji keberhasilan Abdul Haris menjadikan Rantau Panjau sebagai desa inovasi, diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya yang ada di Kota Subulussalam.

“Saya pikir ini menjadi pertimbangan penting bagi penitia untuk penetapan lokasi MTQ, kita akan mengkaji dari semua aspek, kesiapan desa, hubungan antar kecamatan, kemudian hal-hal lain dipertimbangkan. Kalau saya mengambil keputusan sudah di sini tempatnya,” kata Sairun disambut upplause dari pengurus LPTQ kota dan kecamatan.

“Tapi kita semua ini diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan masukan. Karena saya berharap desa-desa lain dan mencontoh desa ini, MTQ ini bukan hanya ajang perlombaan, tapi orang desa lain bisa belajar melihat desa ini,” kata Sairun menambahkan.[]