REDELONG – Kuda pernah menjadi alat transportasi warga Gayo untuk mengantarkan pengantin saat prosesi pernikahan berlangsung. Kini hanya beberapa wilayah di pedalaman Gayo saja yang masih menggunakan kuda untuk mengantar mempelai pengantin.
Seiring dengan perkembangan zaman, moda transportasi kuda mulai ditinggalkan masyarakat. Mereka lebih memilih menggunakan kendaraan bermesin.
“Kuda juga merupakan salah satu kendaraan tempur di kalangan raja-raja Linge dahulu kala. Budaya itu saat ini di sebagian wilayah pedalaman Gayo juga masih asri,” kata Kabag Humas Bener Meriah, Irmansyah, di sela-sela acara peresmian pernikahan wartawan Kompas Zulkarnaini Masry di Bener Meriah, Kamis, 24 Maret 2016.
Kuda yang ditumpangi saat pengantaran pengantin juga tak sembarang. Ia mendapat perawatan khusus. Kuda itu juga punya nama, plus kuda pilihan yang telah mendapat penghargaan dari berbagai event perlombaan pacuan kuda.
Seperti kuda yang ditunggangi Zulkarnaini saat diantar ke rumah mempelai pengantin wanitanya. Kuda itu tampak sehat dan bersih. Membuat pengantin pria yang menungganginya tampak semakin gagah dan perkasa.
Menyaksikan pengantin yang diantar dengan kuda seperti itu menjadi keunikan tersendiri dan membuat takjub. Lebih dari itu tentunya meninggalkan kesan mendalam bagi pasangan pengantin yang menjadi raja dan ratu sehari.
“Kuda yang kita pakai ini jenis kelaminnya betina. namanya Sakira, umur tiga tahun. Sakira juga telah memboyong penghargaan sebanyak empat kali dalam event pacuan kuda tradisional Gayo,” kata Nawir pemilik kuda.[](ihn)


